Witan Sulaeman, pemain yang bermain untuk Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, belakangan menjadi sorotan di media sosial.
Performanya dalam tim nasional terlihat menurun sejak ia tidak lagi bermain di Eropa, namun ia tetap menjadi pilihan utama pelatih Shin Tae-yong.
Dalam pertandingan FIFA Matchday Juni 2023, Witan dipanggil untuk bermain dalam dua pertandingan melawan Palestina dan Argentina.
Meski mendapatkan kesempatan bermain, namun penampilannya masih belum memuaskan. Gol terakhir yang ia ciptakan untuk Timnas Indonesia adalah saat melawan Burundi pada laga FIFA Matchday Maret 2023.
Sejak bermain di Persija Jakarta, performa Witan tampak berbeda. Bahkan, sejak bergabung pertengahan musim lalu, Witan hanya berhasil mencetak dua gol.
Kendati demikian, masih banyak yang bertanya-tanya mengapa Witan tetap menjadi bagian dari skuad Garuda.
Menjawab pertanyaan tersebut, Jeong Seok-seo, translator Timnas Indonesia, mengungkapkan bahwa Witan dipanggil karena ia memahami filosofi permainan yang diinginkan Shin Tae-yong.
"Kenapa Witan Sulaeman selalu dipanggil Shin Tae-yong?" tanya netizen kepada Jeje di akun TikTok pribadinya @seo_jeongseok, dikutip hari Jumat (7/7/2023).
"Karena dia (Witan) mungkin udah paham gitu dengan permainan yang coach Shin Tae-yong mau," jawab Jeje kepada temannya.
Baca Juga: Syarat Mengganti Alamat di KTP Terbaru, Tak Perlu Surat Pengantar
Jeje juga menambahkan bahwa, "Satu lagi mungkin ya karena layak, layak untuk dipanggil."
Witan tidak hanya bermain untuk Timnas senior, tetapi juga dipercaya membela Timnas U-23 Indonesia.
Dia sukses membantu timnya meraih juara SEA Games 2023 di Kamboja, meski hanya mampu mencetak satu gol, penurunan dari tiga gol yang dicetaknya saat SEA Games 2021 di Vietnam ketika ia masih berkarir di Eropa.
Peluang bagi Witan untuk membela Timnas Indonesia kembali terbuka pada FIFA Matchday September 2023, di mana Timnas Indonesia akan melawan Turkmenistan.
Tag
Berita Terkait
-
Persija Kena Dampak Renovasi JIS, Jakmania 'Geruduk' Pj Gubernur DKI
-
Jay Idzes, Wonderkid Liga Italia Siap Gabung Timnas Indonesia
-
Saddil Ramdani Kena Semprot Eks Pelatih usai Kritik Timnas Indonesia: Luar Biasa tapi Ego Tinggi
-
Insiden Rasisme saat Persija Vs PSM Makassar, Erick Thohir Setuju Liga 1 Ditunda
-
Kritik Timnas Indonesia, Saddil Ramdani Kena Semprot Eks Pelatih: Jago tapi Ego
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan