/
Kamis, 13 Juli 2023 | 11:35 WIB
Viktor Axelsen, peraih hattrick juara Indonesia Open ((Instagram/badminton.ina))

Tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen mengaku belum menerima hadiah uang sebagai juara Indonesia Open 2023 yang digelar pada Juni 2023. Sebagai juara, Axelsen berhak menerima hadiah sebesar USD 87.500 atau sekitar Rp 1,3 miliar.

Awalnya, Axelsen menyampaikan keluhannya tersebut melalui akun Twitter @ViktorAxelsen pada Rabu (12/7/2023). Ia sempat melayangkan kritik kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) karena memberikan denda terhadap dirinya yang mangkir dari Singapore Open 2023. 

Namun di sisi lain, Viktor menyayangkan kepada BWF yang seolah lupa akan kewajibannya.

Meski tidak bermaksud untuk menuduh PBSI, namun organisasi tersebut juga harus merasakan imbasnya. Sebab, tidak sedikit warganet yang mempertanyakan nasib Viktor ke PBSI sebagai penyelenggara Indonesia Open 2023.

Atas kondisi tersebut, akhirnya PBSI buka suara. Kabid Humas PBSI, Broto Happy menegaskan bahwa pembagian hadiah uang untuk juara itu menjadi urusan BWF. 

"Saya sebagai Kabid Humas dan Media PP PBSI menyampaikan bahwa distribusi pembagian prize money kepada juara sebuah turnamen adalah tugas federasi bulutangkis dunia, dalam hal ini BWF," ucap Broto Happy, dikutip dari unggahan di akun Twitter resmi PBSI @INABadminton, Rabu (12/7/2023).

Sementara panitia penyelenggara PBSI, disebutkan Broto sudah menuntaskan seluruh tugasnya termasuk mengenai hadiah uang untuk para juara.

"Panitia penyelenggara Indonesia Open 2023 melalui PP PBSI sudah menunaikan semua kewajiban dan tanggung jawab kepada BWF pada 5 Juli 2023 atau lima hari lebih cepat sebelum batas waktu yang ditentukan dan BWF juga sudah mengkonfirmasi telah menerimanya," jelasnya.

Baca Juga: OJK Sebut Investor Asing Bakal Caplok Bank Lokal RI

Load More