Presiden Joko Widodo berpesan agar penyelenggaraan Pemilu 2024 tidak lagi ada perpecahan terutama di kalangan rakyat.
Jokowi mengatakan, perpecahan di kalangan bawah tersebut kontras dengan kondisi sebenarnya di level elite.
"Dalam demokrasi, beda pilihan itu wajar. Jangan bertengkar, jangan saing menjelekkan, setelah berkompetisi bersatu kembali," kata Jokowi dalam acara Puncak Harlah PKB ke-25 di Stadion Manahan Solo, Minggu (23/7/2023).
Jokowi menambahkan, kondisi sebenarnya di kalangan para elite sering kali jauh dari kata persaingan seperti yang selama ini ditunjukkan.
"Lha wong yang di atasnya saja ketua-ketua partainya sering makan bareng, capres ngopi bareng. Di bawah kok saling bertengkar, kita ini satu saudara, jangan lama-lama, setelah berkompetisi bersatu kembali," pesan Jokowi.
Jokowi sepertinya ingin menunjukkan yang telah dia lakukan dengan Prabowo Subianto. Keduanya merupakan rival kuat di Pemilihan Presiden 2014 dan 2019.
Meski bertarung sengit hingga memunculkan fanatisme tersendiri di masing-masing pendukung, tapi Jokowi membuat gebrakan mengagetkan dengan mengangkat Prabowo Subianto untuk masuk ke pemerintahannya menjadi Menteri Pertahanan.
Dalam Harlah PKB ini, Jokowi juga mengutarakan soal gejolak di Pemilu-Pemilu sebelumnya yang sebaiknya tidak terulang lagi.
"Kita harus menjaga agar hasilnya baik dan prosesnya baik, sudah sering kita dengar Pemilu pesta demokrasi, namanya pesta harusnya rakyat bersenang, bergembira. Tidak boleh ada ketakuta, tidak boleh ada pertengkaran," imbuh Jokowi.
Baca Juga: 6 Tips Detox Rumah, Ciptakan Ruang Harmonis dengan Energi Positif!
Presiden juga menegaskan agar tidak ada lagi cara kotor dalam persaingan di Pemilu dan Pilpres mendatang.
"Mestinya seperti itu, jangan ada berita bohong, fitnah, ujaran kebencian, utamanya di medsos, saya kok baca geleng-geleng. Sama-sama saudara kok begini, apalagi atas nama agama, ini tidak boleh terjadi," tegas Jokowi.
Berita Terkait
-
Detik-Detik Tangan Bupati Bengkulu Utara Ditarik Paspampres Saat Dampingi Jokowi
-
Ngaku Sering Dibuat Kagum, Ganjar Lempar Candaan ke Prabowo: Bapak Pakai Baju Hitam Putih Juga?
-
Nama Sandiaga Masuk Lima Besar Cawapres Ganjar, PPP Makin Pede
-
Dampingi Jokowi ke Jatim, Prabowo, Ganjar, Erick Thohir hingga Gibran Sarapan Bareng: Sinyal 2 Paslon Capres-Cawapres?
-
Jokowi Ngaku Geleng-geleng Baca Medsos: Harusnya Rakyat Bersenang-senang saat Pemilu
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air