Menonton film porno termasuk hal yang dilarang oleh Allah SWT. Kendati demikian, tak sedikit orang yang senang menikmati film dewasa dengan berbagai alasan.
Muncul pertanyaan, bagaimana jika seseorang rajin beribadah tapi masih suka menonton film porno? Ustaz Abdul Somad (UAS) pun menjawab pertanyaan ini dalam unggahan kanal YouTube Tanya Ustadz Abdul Somad.
"Siapa yang salat tak mencegah diri dari keji dan mungkar maka dia bukan makin dekat tapi justru semakin jauh dari Allah," ungkapnya.
UAS juga memaparkan, orang yang melakukan dosa dengan sengaja, maka termasuk ke dalam golongan fasik. Fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
"Banyak yang disesatkan Allah, banyak yang diberi hidayah Allah. Siapa yang disesatkan Allah? Yang disesatkan Allah adalah orang yang fasik," terangnya.
Menonton video porno diharamkan karena melihat aurat orang lain yang bukan mahram. Di sisi lain, Abah Syaf Abu Hanifah, menegaskan bahwa seseorang cuma boleh melihat bagian tubuh pasangan halalnya. Kemaksiatan pun berangkat dari zina mata
"Melihat hal itu adalah kemaksiatan mata, ini akan mempengaruhi hati kita. Kalau mata kita sudah kotor, hati kotor, semuanya akan kotor," ujar Abah Sayf di kanal YouTube miliknya.
Abah Sayf lalu menegaskan pentingnya selalu menjaga mata. Doa pun mengatakan bahwa menonton film porno adalah hal yang tak perlu dilakukan dan harus secepatnya bertaubat.
"Jelas ini adalah hal yang sangat bahaya, harus kita menghindar. Jangan nonton-nonton lagi. Bahaya, apa nggak takut di saat nonton tiba-tiba dicabut nyawanya?" tandasnya.
Baca Juga: Wanita jadi Khatib Salat Jumat di Ponpes Al Zaytun, MUI Terbitkan Fatwa: Tak Sah dan Keyakinan Salah
Dengan demikian, lebih baik jauhi film porno agar ibadah lebih sempurna. Film porno yang termasuk maksiat cuma akan membawa kenikmatan sesaat di dunia, tapi bisa mengakibatkan dosa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius
-
Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati
-
Prediksi Starting XI Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Hajime Moriyasu Dipusingkan Cedera
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Strategi Timnas Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Ambisi Chris Wood Akhiri Penantian 16 Tahun
-
Tuai Pujian, Aksi Inul Daratista Ikut Nyanyi Bareng Pengamen di Stasiun
-
Peluang Eks-Santri Ndholo Kusumo Ditampung di Sekolah Rakyat? Begini Penjelasan Mensos