/
Rabu, 26 Juli 2023 | 15:22 WIB
Potret Ustaz Abdul Somad. (Humas Unhas)

Menonton film porno termasuk hal yang dilarang oleh Allah SWT. Kendati demikian, tak sedikit orang yang senang menikmati film dewasa dengan berbagai alasan.

Muncul pertanyaan, bagaimana jika seseorang rajin beribadah tapi masih suka menonton film porno? Ustaz Abdul Somad (UAS) pun menjawab pertanyaan ini dalam unggahan kanal YouTube Tanya Ustadz Abdul Somad.

"Siapa yang salat tak mencegah diri dari keji dan mungkar maka dia bukan makin dekat tapi justru semakin jauh dari Allah," ungkapnya.

UAS juga memaparkan, orang yang melakukan dosa dengan sengaja, maka termasuk ke dalam golongan fasik. Fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.

"Banyak yang disesatkan Allah, banyak yang diberi hidayah Allah. Siapa yang disesatkan Allah? Yang disesatkan Allah adalah orang yang fasik," terangnya.

Menonton video porno diharamkan karena melihat aurat orang lain yang bukan mahram. Di sisi lain, Abah Syaf Abu Hanifah, menegaskan bahwa seseorang cuma boleh melihat bagian tubuh pasangan halalnya. Kemaksiatan pun berangkat dari zina mata

"Melihat hal itu adalah kemaksiatan mata, ini akan mempengaruhi hati kita. Kalau mata kita sudah kotor, hati kotor, semuanya akan kotor," ujar Abah Sayf di kanal YouTube miliknya.

Abah Sayf lalu menegaskan pentingnya selalu menjaga mata. Doa pun mengatakan bahwa menonton film porno adalah hal yang tak perlu dilakukan dan harus secepatnya bertaubat.

"Jelas ini adalah hal yang sangat bahaya, harus kita menghindar. Jangan nonton-nonton lagi. Bahaya, apa nggak takut di saat nonton tiba-tiba dicabut nyawanya?" tandasnya.

Baca Juga: Wanita jadi Khatib Salat Jumat di Ponpes Al Zaytun, MUI Terbitkan Fatwa: Tak Sah dan Keyakinan Salah

Dengan demikian, lebih baik jauhi film porno agar ibadah lebih sempurna. Film porno yang termasuk maksiat cuma akan membawa kenikmatan sesaat di dunia, tapi bisa mengakibatkan dosa.

Load More