Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK pada Rabu (26/7/2023).
Marsekal Henri Alfiandi diduga menerima suap sebesar Rp 88,3 miliar dari berbagai proyek pengadaan barang di Basarnas pada 2021-2023.
Penangkapan Kepala Basarnas ini ternyata menguak fakta bahwa ia memiliki pesawat pribadi jenis Zenith 750 STOL.
Namun, harga asli pesawat ini masih menjadi pertanyaan meski Henri menuliskan Rp650 juta pada LHKPN yang dilaporkannya pada KPK.
Spesifikasi Pesawat Zenith 750 STOL
Pesawat yang dimiliki Kepala Basarnas ini merupakan jenis Zenith 750 STOL tahun 2019. Pesawat yang memiliki tinggi sekitar 2,6 meter, dan lebar sayap mencapai 9,1 meter ini bisa melaju hingga 200 km/jam. Kekuatan mesinnya antara 80 - 140 HP.
Kapasitas bahan bakar yang dibawa sekali terbang, yaitu 90 liter. Berat kotornya berada pada angka 1.900 lb dan purwarupanya pertama kali dikenalkan di AirVenture.
Pesawat ini merupakan pengembangan dari model Zenit STOL CH 750 yang merupakan pesawat sport ringan dengan dua kursi.
Harga Pesawat
Baca Juga: Giliran Menhub Budi Karya Sumadi Dipanggil KPK, Jadi Saksi Kasus Korupsi Rel Kereta Api
Jika melihat pada LHKPN yang dimiliki oleh tersangka kasus korupsi, pesawat ini dicatat dengan nilai Rp650.000.000. Namun apakah benar harganya saat ini senilai dengan angka yang dicatatkan tersebut?
Pada salah satu dokumen rilisan dari zenithair.net yang disajikan dalam format PDF, terdapat keterangan lengkap spesifikasi dan harga dari tidak pesawat di model ini.
Untuk harga dasar, STOL CH 750 Super Duty dibanderol dengan angka 29,975 dolar AS. Kemudian untuk model Light Sport Utility STOL CH 750, harganya adalah 24,950 dolar AS dan model The Faster CH 750 Cruzer di angka 23,975 dolar AS.
Harga di atas hanya untuk airframe kit-nya saja, belum termasuk pada finishing kit yang besarannya sekitar 30 persen dari harga airframe kit-nya. Jadi bisa diperkirakan nilai dari pesawat tersebut saat ini sebenarnya berada di angka berapa.
Berita Terkait
-
KPK Sebut Penetapan Tersangka Kepala Basarnas Atas Koordinasi dengan Puspom TNI
-
Jadi Tersangka Korupsi, Kepala Basarnas Menghadap Pimpinan TNI: Saya Siap Bertanggungjawab!
-
Aset di Benteng Vastenburg Disita Kejari Jakpus Terkait Korupsi Benny Tjokrosaputro
-
Rekam Jejak Marsekal Madya Henri Alfiandi, Kepala Basarnas yang Ikut Terjaring OTT KPK
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda