Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, baru-baru ini membuka tabir mengenai sikap tegasnya dalam menangani para pemain yang terbukti melakukan indisipliner.
Ia mengungkap bahwa ada beberapa pemain yang sudah dicoret dari tim nasional karena perilaku mereka yang tidak pantas. Meskipun begitu, Shin Tae-yong memberikan harapan baru bagi para pemain yang telah dicoret tersebut dengan memberi kesempatan untuk memperbaiki perilaku mereka.
Shin Tae-yong dikenal sebagai seorang pelatih yang tidak pernah kompromi ketika menyangkut masalah disiplin. Baginya, disiplin merupakan hal yang sangat penting dalam dunia sepakbola.
Beberapa pemain Timnas Indonesia harus merasakan konsekuensi dari tindakan indisipliner mereka, dan hingga saat ini, mereka yang terlibat dalam perilaku tersebut tidak lagi dipanggil untuk bergabung dengan tim nasional.
"Memang pemain sendiri pun menyadari ya kesalahan dirinya, jadi tidak pernah ada masalah. Malah mereka yang minta kesempatan sekali lagi," ungkap Shin Tae-yong dalam wawancara dengan kanal YouTube Pebasket Sombong Denny Sumargo, Selasa (1/8/2023).
Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengungkapkan bahwa tujuan dari tindakannya tersebut adalah untuk menciptakan perasaan jera pada para pemain.
Ia berharap bahwa dengan merasakan konsekuensi dari kesalahan mereka, para pemain akan belajar untuk tidak mengulangi perilaku yang sama di masa depan.
Shin Tae-yong juga menekankan pentingnya disiplin dalam dunia sepakbola. Menurutnya, sikap dan perilaku para pemain sangat berpengaruh ketika bertanding di lapangan.
Oleh karena itu, ia ingin para pemainnya tidak hanya menjadi pesepakbola yang handal tetapi juga menjadi manusia yang baik dan menghargai satu sama lain.
Baca Juga: Tuai Kontroversi, KBS Gayo Daechukje 2023 akan Digelar di Jepang dan Korea?
"Memang pemain sendiri pun menyadari ya kesalahan dirinya, jadi tidak pernah ada masalah. Malah mereka yang minta kesempatan sekali lagi," tambahnya.
Terkait alasan mengapa hal ini dilakukan sekarang, Shin Tae-yong menyatakan bahwa sebelumnya belum ada regulasi yang jelas mengenai tindakan indisipliner dan konsekuensinya di Timnas Indonesia.
Dengan melakukan langkah ini, ia berharap akan ada regulasi yang lebih jelas dan berdampak positif, sehingga para pemain akan lebih bertanggung jawab atas tindakan mereka dan berusaha untuk tetap disiplin dalam bermain.
"Harus sama-sama menghargai dengan sama-sama respek. Sebelum kita membicarakan bola kita harus menjadi manusia yang baik," tutupnya.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia U-17 Dapat Tambahan Amunisi Jelang Hadapi Barcelona dan Kashima Antlers, 3 Pemain Diaspora Dipanggil
-
Shin Tae-yong Belum Putuskan Pergi dari Indonesia, Ternyata Penyebabnya Bikin Kaget, Sebut Nama Erick Thohir Segala
-
Ibunda Mees Hilgers Sambangi Bali, Pemain Idaman Shin Tae-yong Segera Bela Timnas Indonesia?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi