- Kebakaran melanda bengkel di Jalan Raya Pesar, Cikupa, Tangerang, yang mengakibatkan seorang remaja putri berinisial JA meninggal dunia.
- Api diduga berasal dari aktivitas pengelasan yang menyambar cairan pembersih karburator saat perbaikan sepeda motor di lokasi tersebut.
- Polsek Cikupa sedang menyelidiki dugaan kelalaian prosedur kerja dengan memeriksa saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara.
Suara.com - Sebuah aktivitas rutin di sebuah bengkel di Jalan Raya Pesar, Sukamulya, Cikupa, berakhir menjadi tragedi maut. Polresta Tangerang kini tengah mendalami kelalaian yang memicu kebakaran hebat hingga merenggut nyawa seorang remaja putri yang terjebak di dalam bangunan.
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cikupa telah dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian guna memastikan penyebab pasti api yang menjalar begitu cepat ke seluruh bangunan bengkel tersebut.
"Masih dalam proses penyelidikan untuk dugaan terjadinya peristiwa kebakaran tersebut," ucap Kanit Reskrim Polsek Cikupa, Ipda Syaiful Rusdiansyah kepada ANTARA di Tangerang, Minggu.
Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, insiden ini bermula dari aktivitas perbaikan mesin motor. Diduga kuat, penggunaan cairan kimia pembersih yang bersifat mudah terbakar menjadi pemicu utama munculnya kobaran api saat bersinggungan dengan aktivitas pengelasan.
"Berdasarkan analisa dugaan sementara, titik awal kebakaran diduga bersumber dari sepeda motor yang sedang dalam proses perbaikan, yang pada saat itu disemprotkan cairan pembersih karburator, sehingga memicu menjalarnya api ke lingkungan sekitar," paparnya.
Nahas, dalam peristiwa tersebut, seorang remaja putri berinisial JA (19) tidak sempat menyelamatkan diri. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan di bagian belakang bangunan setelah api berhasil dipadamkan oleh tim BPBD Kabupaten Tangerang.
"Korban meninggal dunia yang berada di ruang mandi, dengan kondisi seluruh tubuh telah terbakar," ucap Syaiful.
Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh warga sekitar, namun kepulan asap tebal dan material bengkel yang mudah terbakar membuat korban terisolasi di dalam ruangan sempit. Setelah dievakuasi, jasad JA langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk proses autopsi.
"Tentunya untuk korban masih dalam proses pemeriksaan di RSUD Balaraja," kata dia.
Baca Juga: Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
Hingga kini, pihak kepolisian terus memeriksa sejumlah saksi, termasuk para pekerja bengkel yang berada di lokasi saat api pertama kali muncul. Garis polisi telah dipasang di area bengkel guna kepentingan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) lebih lanjut untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian prosedur kerja dalam musibah tersebut.
Berita Terkait
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Diduga Berasal dari Ruang Radiologi
-
Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan
-
Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin
-
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar
-
Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi
-
5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat
-
KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper
-
Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia
-
Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah