News / Nasional
Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB
Ilustrasi kebakaran di bengkel. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kebakaran melanda bengkel di Jalan Raya Pesar, Cikupa, Tangerang, yang mengakibatkan seorang remaja putri berinisial JA meninggal dunia.
  • Api diduga berasal dari aktivitas pengelasan yang menyambar cairan pembersih karburator saat perbaikan sepeda motor di lokasi tersebut.
  • Polsek Cikupa sedang menyelidiki dugaan kelalaian prosedur kerja dengan memeriksa saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara.

Suara.com - Sebuah aktivitas rutin di sebuah bengkel di Jalan Raya Pesar, Sukamulya, Cikupa, berakhir menjadi tragedi maut. Polresta Tangerang kini tengah mendalami kelalaian yang memicu kebakaran hebat hingga merenggut nyawa seorang remaja putri yang terjebak di dalam bangunan.

Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cikupa telah dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian guna memastikan penyebab pasti api yang menjalar begitu cepat ke seluruh bangunan bengkel tersebut.

"Masih dalam proses penyelidikan untuk dugaan terjadinya peristiwa kebakaran tersebut," ucap Kanit Reskrim Polsek Cikupa, Ipda Syaiful Rusdiansyah kepada ANTARA di Tangerang, Minggu.

Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, insiden ini bermula dari aktivitas perbaikan mesin motor. Diduga kuat, penggunaan cairan kimia pembersih yang bersifat mudah terbakar menjadi pemicu utama munculnya kobaran api saat bersinggungan dengan aktivitas pengelasan.

"Berdasarkan analisa dugaan sementara, titik awal kebakaran diduga bersumber dari sepeda motor yang sedang dalam proses perbaikan, yang pada saat itu disemprotkan cairan pembersih karburator, sehingga memicu menjalarnya api ke lingkungan sekitar," paparnya.

Nahas, dalam peristiwa tersebut, seorang remaja putri berinisial JA (19) tidak sempat menyelamatkan diri. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan di bagian belakang bangunan setelah api berhasil dipadamkan oleh tim BPBD Kabupaten Tangerang.

"Korban meninggal dunia yang berada di ruang mandi, dengan kondisi seluruh tubuh telah terbakar," ucap Syaiful.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh warga sekitar, namun kepulan asap tebal dan material bengkel yang mudah terbakar membuat korban terisolasi di dalam ruangan sempit. Setelah dievakuasi, jasad JA langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk proses autopsi.

"Tentunya untuk korban masih dalam proses pemeriksaan di RSUD Balaraja," kata dia.

Baca Juga: Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Hingga kini, pihak kepolisian terus memeriksa sejumlah saksi, termasuk para pekerja bengkel yang berada di lokasi saat api pertama kali muncul. Garis polisi telah dipasang di area bengkel guna kepentingan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) lebih lanjut untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian prosedur kerja dalam musibah tersebut.

Load More