/
Jum'at, 04 Agustus 2023 | 12:16 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ((Ist))

Kepala Staf Kepresidenan atau KSP Moeldoko ikut menyerang Rocky Gerung buntut pernyataan 'bajingan tolol' yang dinilai menghina Presiden Jokowi. Reaksi dari pensiunan jenderal itu pun mendapatkan kritik tajam dari mantan Sekretaris BUMN Said Didu.

Melalui akun Twitternya, Said Didu mengomentari pemberitaan seputar Moeldoko. Dalam berita itu, Moeldoko disebut menantang Rocky Gerung karena dinilai menghina Presiden Jokowi. 

Sebagai KSP, Moeldoko menegaskan sudah menjadi tugasnya untuk menjaga kehormatan orang nomor satu di Indonesia. Karena itu, Moeldoko meminta Rocky Gerung untuk tidak main-main dengan ucapannya.

"Saya ingin mengingatkan tugas yang melekat di kepala staf presiden adalah menjaga kehormatan presiden. Jangan main-main itu. Sekali lagi saya ulangi jangan main-main,” tegas ungkap Moeldoko seperti dikutip dari tayangan Apa Kabar Indonesia Siang tvOne, pada Jumat (4/8/2023). 

Pernyataan Moeldoko yang tampak memperingatkan Rocky Gerung itu langsung ditanggapi dengan pedas oleh Said Didu. Ia menilai Moeldoko selaku pejabat negara telah melakukan pengancaman kepada rakyat.

"Pejabat mengancam rakyat," kritik pegiat media sosial ini dalam cuitannya, Jumat (4/8/2023).

Cuitan Said Didu ini telah dibaca hingga 170 ribu kali dan mendapatkan ribuan tanda suka. Warganet juga membanjiri kolom komentar dengan beragam pendapat. Ada yang setuju dengan Said Didu, ada juga yang tidak setuju dan balas memberikan kritik.

"Itu pajabat yang menjunjung adab ya harus gitu. Jangan kaya mantan pejabat tapi dukung penghina dan pembenci. Makanya kalau punya mulut harus dipakai juga adabnya. Bisanya mulut cuma buat hina dan caci maki orang. Giliran dimasalahin kagak terima," komentar warganet.

"Dalam kasus 'bajingan tolol' sangat tampak siapa kawan dan siapa lawan Presiden Jokowi. Kawan selalu menuntun ke jalan yang benar. Sementara lawan akan menjerumuskan. Rocky Gerung sejatinya adalah kawan Presiden Jokowi, karena dia mengingatkan bahaya jalan yang akan ditempuhnya," tulis warganet.

Baca Juga: Ingin Tahu Apa yang AI Belum Bisa Lakukan? 5 Hal yang Masih Sulit bagi AI

"Pejabat rasa preman pasar," celetuk warganet.

"Semoga rakyat di 2024 nanti bisa unisntal semua pejabatnya dan menginstal pejabat baru yang bisa bekerja demi rakyat bukan demi perutnya," tambah yang lain.

"Itu cuma 1 orang rakyat yang gak tau diri, ya mirip kamulah yang gak pernah bersyukur atas pencapaian Indonesia saat ini atas kepemimpinan Pak Jokowi. Masa sih gara-gara kamu diberhentikan sebagai komisaris, kok jadi dengki banget sama beliau. Kan kamu sudah banyak numpuk kekayaan selama ini," kritik warganet.

Load More