Apa itu Hujan Meteor Perseid yang rutin terjadi? Fenomena langit yang tiap tahunnya menampilkan pertunjukan memukau.
Setiap tahun, langit malam menyajikan pertunjukan alami yang mengagumkan yang dikenal sebagai "Hujan Meteor Perseid."
Fenomena langit ini telah memukau manusia selama berabad-abad dengan pertunjukan cahaya yang spektakuler di langit, mengingatkan kita tentang keajaiban alam semesta yang luas.
Mari kita menjelajahi lebih dalam tentang apa yang sebenarnya Hujan Meteor Perseid, mengapa ia terjadi, dan bagaimana kita bisa menikmati pemandangannya.
Berikut penjelasan mengenai apa itu Hujan Meteor Perseid yang dirangkum terkait fenomena langit tahunan ini.
Asal Usul Nama dan Titik Radiasi
Hujan meteor Perseid diambil dari nama konstelasi Perseus, yang merupakan titik radiasi dari meteor ini.
Titik radiasi adalah titik di langit di mana meteor terlihat berasal, meskipun sebenarnya mereka berasal dari jalur orbit komet Swift-Tuttle.
Hujan meteor Perseid terjadi ketika Bumi melewati jalur orbit komet ini dan bertemu dengan partikel-partikel kecil yang telah ditinggalkan oleh komet tersebut.
Baca Juga: Apa Itu Ikan Oarfish, Apakah Kemunculannya Pertanda Bencana?
Komet Swift-Tuttle dan Partikel-Partikelnya
Komet Swift-Tuttle adalah sumber utama partikel-partikel yang menyebabkan Hujan Meteor Perseid.
Ketika komet ini mendekati Matahari dalam orbitnya yang panjang, panas Matahari menguapkan sebagian dari materi komet, menghasilkan partikel-partikel kecil yang tersebar di sepanjang jalur orbitnya.
Ketika Bumi melintasi jalur ini pada titik tertentu dalam tahun, partikel-partikel ini memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.
Pertunjukan Cahaya di Langit Malam
Ketika partikel-partikel tersebut memasuki atmosfer Bumi, mereka mengalami gesekan yang menyebabkan mereka terbakar dan menghasilkan cahaya yang terlihat sebagai meteor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'