Kevin Sanjaya dikabarkan terlibat adu mulut dengan sang pelatih Herry Iman Pierngadi usai keduanya membuat statemen di media.
Persoalan tersebut dinilai bakal mengganggu pemusatan latihan tim bulutangkis Indonesia. Apalagi selama ini kekuatan Indonesia merajai pentas bulutangkis dunia.
Konflik antara Kevin Sanjaya dan Herry IP disoroti media Malaysia, Harimau Malaya. Bahkan media tersebut menulis puncak konflik antara pelatih dan pemain itu terjadi pada saat Indonesia Open Juni lalu, saat Kevin Sanjaya dan Markus Gideon hanya mampu sampai babak 16 besar.
Melihat konflik tersebut, Harimau Malaysia mengungkapkan bahwa saat ini menjadi momen bagi ganda putra Malaysia berbicara lebih jauh lagi di ajang internasional.
"Konflik yang terjadi ini sedikit mengejutkan namun, ia dapat dianggap sebagai sebuah peluang keemasan kepada pasangan beregu negara untuk menggunakan peluang ini dengan sebaiknya," tulis Harimau Malaya.
Kini kekuatan ganda Malaysia disebut mulai unjuk gigi sebab pada peringkat 10 besar dunia ada tiga pasangan ganda putra negeri jiran tersebut termasuk di dalamnya.
"Aaron Chia/Soh Wooi Yik kini berada di tangga kelima manakala Ong Yew Sin/Teo Ee Yi di kedudukan kesembilan dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di kedudukan ke-10."
Bahkan bukan tidak mungkin kedigdayaan Indonesia di nomor ganda putra yang selama ini mendominasi bakal tergusur oleh pemain Malaysia. Media itu juga menulis kemungkinan untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi lagi masih terbuka lebar.
"Wakil negara ini perlu meletakkan sasaran untuk layak lebih jauh bagi membolehkan mereka untuk mengumpul mata-mata berharga untuk memperbaiki kedudukan dari masa ke semasa," tulisnya.
Baca Juga: Tak Dilepas ke TC Timnas Indonesia U-23, Dzaky Asraf Masih Jadi Andalan PSM Makassar di BRI Liga 1
Sebelumnya, Pelatih Herry IP mengatakan Kevin memilih Rahmat sebagai tandem barunya menggantikan Markus Gideon. Herry sendiri sebenarnya memberikan kebebasan kepada Kevin Sanjaya untuk memilih tandemnya di ganda putra.
"Mungkin karena Rahmat sudah di tim utama, sering sparring, kadang diajak makan, jalan juga sama Kevin. Komunikasinya lebih nyambung," kata Herry seperti dikutip Tim Humas dan Media PBSI.
Untuk turnamen yang akan diikuti, Herry masih menghitung dan memilah-milah turnamen mana yang bisa masuk.
"Untuk turnamen, saya masih menghitung poin dan memilah-milah dulu turnamen mana yang bisa mereka ikuti. Kita pilih enam bulan ke depan kurang lebih," jelas Herry.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Peran Dul Jaelani dalam Hubungan El Rumi-Syifa Hadju Baru Terungkap, Sederhana tapi Manis Banget
-
Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Ada Ustaz Iseng Chat WA Syekh Ahmad Al Misry di Tengah Kasus Pelecehan, Dibalas Begini
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Poin Persib Bandung Sama dengan Borneo FC, Beckham Putra Buka Suara
-
Penampakan 'Taksi Ijo' Biang Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Sebelum Viral Seperti Sekarang, Taksi Hijau Sudah Lama Ditolak di Surabaya