/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 18:10 WIB
Kerusuhan di Dago Elos Bandung. (ist)

Aparat kepolisian disebut bertindak sewenang-wenang menerobos masuk ke gang-gang pemukiman warga yang menggelar aksi unjuk rasa di Dago Elos, Bandung, Jawa Barat pada Senin (14/8/2023) kemarin.

Tim Advokasi Dago Elos menyampaikan aksi protes berawal dari laporan warga terkait dugaan penipuan sertifikat tanah ditolak oleh Polrestabes Bandung.

Warga kata dia, awalnya melakukan blokade Jalan Dago, Bandung. Namun polisi memukul mundur warga dengan gas air mata dan barikade hingga ke kawasan pemukiman. Polisi juga disebut menembaki gas air mata ke arah sejumlah rumah warga yang ada di lokasi.

"Kepolisian pun berulang kali melontarkan gas air mata hingga masuk halaman rumah warga dan berdampak kepada balita yang mendiami rumah tersebut," kata Tm Advokasi Dago Elos kepada wartawan, Selasa (15/8/2023).

Beberapa pintu rumah warga juga didobrak polisi untuk menyisir sejumlah warga yang sebelumnya ikut dalam aksi.

Tim advokasi juga membeberkan dalam kejadian bentrokan itu, terjadi pemukulan-pemukulan, intimidasi secara verbal, hingga tindakan-tindakan yang serba provokatif dari aparat kepolisian.

"Sekalipun warga mundur dan semakin mendekat ke rumah masing-masing sehingga korban dari pihak warga berjatuhan hingga penangkapan warga secara acak," ujarnya.

Ditangkap

Tidak hanya itu, mereka menyampaikan salah seorang kuasa hukum warga Dago Elos ditangkap dalam peristiwa itu atas tuduhan provokator. Jurnalis juga disebut mendapatkan tindakan intimidasi dari polisi.

Baca Juga: Biodata Happy Asmara Lengkap, Mantan Denny Caknan yang Attitudenya Dipuji Netizen

Dikonfirmaai terpisah, Kapolretabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono membantah gas air mata diarahkan ke warga Dago Elos yang sedang demo.

Budi mengklaim personelnya tidak menembakan gas air mata ke arah warga, melainkan ke sekelompok orang yang memicu keonaran dengan melempar batu.

"Kami ingin membubarkan kelompok anarkis itu, bukan untuk menyerang warga," kata Budi dikonfirmasi.

Kerusuhan di Jalan Dago

Kerusuhan yang terjadi di Jalan Dago, Bandung, Jawa Barat diduga berawal karena polisi menolak laporan pengaduan warga terkait sengketa tanah di kawasan Dago Elos.

Salah seorang polisi disebut bahkan melontarkan kalimat kadar ke warga dan kuasa hukum di Polrestabes Bandung.

Load More