/
Rabu, 16 Agustus 2023 | 07:32 WIB
Eks Kiper Arema dan Timnas Indonesia Kurnia Meiga (Shutterstock)

Siapa yang tak kenal Kurnia Meiga, beberapa tahun lalu pria bertubuh menjulang itu adalah palang pintu andalan Timnas Indonesia sekaligus kebanggaan para Aremania, sebutan suporter fanatik Arema Malang.

Namun mendadak, ia tenggelam dari peredaran sepak bola nasional. Informasi yang beredar ia menderita sakit. Namun tak banyak yang tahu sakit apa yang diderita Kurnia Meiga, bahkan sampai muncul isu kena guna-guna atau santet.

Dalam sebuah video wawancara Kurnia Meiga bersama Grace Tahir baru-baru ini, sang mantan kiper Timnas Garuda itu mengungkap fakta seputar penyakit yang ia derita. Di mana sakit itu adalah penyakit mata yang diderita selama enam tahun terakhir.

Dilansir dari Bolatimes, dalam wawancara itu, Kurnia Meiga mengungkapkan, baru mengetahui nama penyakit mata yang dideritanya selama ini adalah Papiledema.

Papiledema merupakan jenis penyakit yang merenggut penglihatan akibat adanya pembengkakan syaraf optik pada mata.

Kondisi ini muncul karena dipicu beberapa sebab, seperti cedera kepala, pendarahan dalam otak, tekanan darah tinggi hingga menimbulkan kebutaan permanen.

Kurnia Meiga pun tak segan membeberkan awal mula ia mengalami sakit mata ini, hal itu dimulai saat ia selesai makan malam pada Agustus 2017.

Awalnya ia ragu terdapat gangguan penglihatan, karena sempat kembali normal meski ketika digunakan untuk berkedip matanya seperti kembali tertutup dan hanya bisa melihat bayangan.

Padahal, kata dia, selama ini dirinya tidak pernah cedera di kepala atau sakit lainnya.

Baca Juga: Pertalite Tak Berubah, Harga BBM Non Subsidi Ada yang Naik Hari Ini

"Selama ini dokter hanya bilang penyakit langka, tetapi tidak disebutkan namanya," ucap Kurnia Meiga.

Dia menceritakan, di mana saat itu bulan Agustus. Setelah makan malam dirinya tidur, hingga kemudian di tengah malam sekitar pukul 1 dini hari ia terbangun dan muntah-muntah.

"Namun, mata masih normal. Sekitar jam 7 pagi, terasa mual. Siang harinya, mata saya seperti ada tirai yang menutup," ungkap Kurnia Meiga.

Ia sempat mencari banyak pengobatan mulai dari medis hingga alternatif, sayangnya berbagai macam pengobatan yang dilakukan tak berbuah hasil manis.

Ia pun tak sedikit dalam mengeluarkan biaya, bahkan termasuk akupuntur pun turut dicoba Kurnia Meiga, akan tetapi sama saja.

"Sudah jalani terapi, tetapi tidak ada hasil." kata menambahkan.

Load More