Klub-klub kasta teratas Indonesia atau Liga 1 di musim 2023/2024 ini banyak mendatangkan pemain asing Asia Tenggara atau ASEAN.
Banyaknya pemain asing ASEAN yang datang ke Tanah Air tak lepas dari hadirnya aturan 5+1 yang dicanangkan oleh Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir
Beberapa pemain ASEAN pun menunjukkan pengaruh dan kontribusinya pada tim tim yang mereka bela, seperti Paulo Gali Freitas dari Timor Leste yang menjadi bagian dari PSIS Semarang.
Di tengah persaingan sengit di kasta tertinggi Liga Indonesia, hingga pekan kedelapan, beberapa pemain ASEAN telah berhasil membuat dampak yang signifikan.
Berikut adalah ringkasan tentang bagaimana beberapa pemain asing ASEAN telah menunjukkan performa yang mengesankan hingga pekan kedelapan Liga 1 2023-2024.
Mike Ott – Filipina
Dari banyaknya pemain asal Filipina yang bermain di Liga 1 2023-2024, sepertinya Mike Ott adalah yang terbaik di antara mereka untuk tim Barito Putera.
Gelandang dengan tinggi 167 cm ini telah berhasil membantu timnya untuk sementara berada di papan atas klasemen.
Menariknya, pada musim sebelumnya, dia tidak berhasil mengangkat performa tim Laskar Antasari hingga finis di posisi yang rendah. Dia cukup beruntung karena Liga 1 tidak memiliki degradasi pada musim sebelumnya.
Baca Juga: Beda Solusi Anies Baswedan vs Heru Budi Atasi Polusi Udara Jakarta
Sekarang di bawah arahan pelatih Rahmad Darmawan, Mike Ott tampaknya telah berubah menjadi gelandang yang sangat dibutuhkan oleh klub kebanggaan Banjarmasin tersebut.
Dia telah tampil dalam delapan pertandingan dan semuanya sebagai starter.
Cristian Rontini – Filipina
Rontini, seorang bek berasal dari Filipina, bergabung dengan Persita Tangerang setelah bermain untuk Kelantan FC.
Dalam Liga 1 2023-2024, Rontini menjadi tulang punggung pertahanan Persita dengan mengikuti delapan pertandingan dan mencetak dua gol.
Meskipun ia adalah pemain bertahan, ia juga sering terlibat dalam serangan. Dari lima percobaan tembakannya, empat di antaranya mengarah ke gawang lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026