Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni, atau yang akrab disapa Bung Kusnaeni, meminta para pelatih asing yang bekerja di Indonesia untuk memahami budaya dan psikologi masyarakat Indonesia.
Dua klub Liga 1, yakni Persija Jakarta dan PSM Makassar, yang kedua-duanya diasuh pelatih asing, diketahui tidak melepas pemain-pemainnya untuk mengikuti kompetisi Piala AFF U-23.
Baik Thomas Doll di Persija maupun Bernardo Tavares di PSM keberatan melepas Rizky Ridho dan Dzaky Asraf, karena menilai Piala AFF bukan kompetisi resmi FIFA.
Hal itu kemudian menimbulkan polemik, terutama setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menyesalkan keputusan kedua klub untuk melepas pemain-pemainnya.
Kusnaeni menilai secara asas formal memang tidak ada kewajiban bagi klub untuk melepas pemainnya ke kompetisi non kalender FIFA, namun dalam pandangannya para pelatih asing harus memahami situasi di Indonesia.
"Ketika seorang pelatih bekerja di sebuah negara, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah dia harus paham budaya di mana dia berada," kata Kusnaeni saat dihubungi pewarta.
"Jika dia paham budaya olahraga sepak bola di Indonesia, dia akan paham bahwa orang Indonesia saat ini tidak mimpi main di Piala Dunia atau juara Piala Asia, tapi orang Indonesia masih menganggap penting gelar Piala AFF di level apapun," tambahnya.
Psikologis orang Indonesia itu dinilai Kusnaeni karena rakyat Indonesia sadar level tim nasionalnya masih di level Asia Tenggara.
"Orang-orang asing yang bekerja di Indonesia termasuk pelatih sepak bola perlu paham bahwa dalam kultur sepak bola Indonesia, menjadi pemenang di level Asia Tenggara masih sangat penting," ujar Kusnaeni.
Baca Juga: Penyandang Disabilitas di Bali Kayuh Kursi Roda di Tanjakan Kintamani Demi Merah Putih
Pihak klub, sebagai pemberi kerja kepada para pelatih asing, diharapkan dapat memberi pemahaman kepada para pelatih mengenai situasi psikologis dan budaya di Indonesia tersebut.
Masalah mendasar sehingga muncul polemik pemanggilan pemain ke timnas ini, menurut Kusnaeni bersumber pada komunikasi yang kurang baik antara PSSI dengan pihak klub.
Kusnaeni menyarankan agar pada masa yang akan datang komunikasi formal dan terutama informal dari PSSI ke klub untuk diperbaiki. Sehingga PSSI bisa mendapatkan keinginannya saat memanggil pemain-pemain dari klub, dan pihak klub pun merasa tidak dirugikan saat pemain-pemain pilarnya dipanggil memperkuat timnas.
"Di sepak bola Indonesia, komunikasi itu merupakan problem yang cukup akut. Ini tidak hanya terjadi di manajemen tim nasional, tapi juga di PSSI keseluruhan," ujar sosok yang juga kerap menjadi komentator pertandingan di televisi itu.
"Dalam konteks manajemen tim nasional, komunikasi publiknya juga tidak bagus. Komunikasi inter personal itu juga tidak bagus. Seharusnya manajemen tim nasional dengan manajemen klub itu tek-tokannya enak. Kalau itu terjadi, masalah pemanggilan pemain tim nasional ini tidak akan ada," pungkasnya. (Sumber: Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Enggan Remehkan Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2023, Winger Malaysia Wanti-wanti Rekan Setimnya
-
Jadwal Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23 di Piala AFF, Siapa Menangi Derby Nusantara?
-
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23 di Piala AFF U-23 2023
-
Timor Leste Tampil Pede Tanpa Gali Freitas di Piala AFF U-23 2023, Yakin Menang Lawan Timnas Indonesia U-23?
-
Kesal Klub Tak Lepas Pemain Ke Timnas U-23, Erick Thohir Bandingkan Sikap Persija Dengan Persib: Sebut Nama Beckham Putra
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Alwi Farhan Bongkar Kunci Kalahkan Minoru Koga, Melaju ke Perempat Final Australian Open 2026
-
4 Skin Tint Anti Cakey yang Ringan di Kulit, Bisa Tutupi Noda Hitam Wajah
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Dari Ongkos Transportasi hingga Harga Sembako
-
Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup
-
Tumbangkan Wakil Hong Kong, Ubed Bongkar Kunci ke Perempat Final Australian Open 2026
-
Rapat Bahas Hak Angket Rudy Mas'ud Gagal, Fraksi Golkar Kompak Mangkir
-
Pesona Penantang Honda GL Pro dari Kawasaki, Hadir dengan Fitur Terkini
-
PK Entertainment Bocorkan Kedatangan BIGBANG ke Indonesia, Catat Tanggalnya!
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Kenapa Kualitas Kamera HP Terasa Menurun Seiring Berjalannya Waktu? Ini Penjelasannya