Tekel pemain Persebaya kepada pemain PSM Makassar Muh Dzaky sangat mengerikan. Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares menilai tekel itu harus berbuah kartu merah.
Hal itu terjadi saat pertandingan Persebaya Surabaya vs PSM Makassar pekan kesembilan BRI Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
"Kalian lihat pemain Persebaya nomor tiga menekel pemain Kita Dzaky dan ini buktinya saya tunjukkan kepada kalian dan saya perlu tekankan betapa berbahayanya ini, biasanya ini akan berbuah kartu merah, tapi saya perlu tekankan bahwa kita tidak kalah gara-gara wasit," ujarnya saat konferensi pers usai pertandingan melawan Persebaya di Stadion GBT Surabaya, Jumat petang.
Pelatih asal Portugal tersebut berharap ke depan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di kompetisi di Indonesia perlu diperhatikan lagi.
"Lihatlah pelanggaran seperti ini, kalau misalnya ini dilakukan oleh pemain PSM saya kira ini langsung diberikan kartu merah, kalian lihat sudah berapa kartu merah yang kami dapat, tolong diperhatikan hal-hal seperti ini," ujar Bernardo.
Terlepas dari kejadian tersebut dirinya menilai bahwa timnya yang bermain menyerang tidak bisa memanfaatkan peluang untuk dikonversikan menjadi gol.
"Kami mempunyai peluang lebih banyak tapi tidak ada gol, sangat disayangkan, kami main bagus sama juga dengan Persebaya, hasil akhir dan kita kalah meskipun kita punya banyak peluang," ucapnya.
Ke depan, lanjutnya, hal yang harus diperhatikan adalah tingkat akurasi para pemain untuk dapat memanfaatkan peluang sehingga bisa mencetak gol.
"Untuk saat ini yang harus kami tingkatkan adalah akurasi, kami membuat peluang banyak dan harus lebih memanfaatkan peluang-peluang tersebut," katanya.
Sementara itu, pemain PSM Erwin Gutawa mengatakan bahwa seluruh pemain sudah bekerja keras untuk dapat memenangkan pertandingan namun keberuntungan tidak berpihak pada timnya.
"Pastinya dari pemain PSM Makassar sudah memberikan segalanya, sudah kerja keras, tetapi kebetulan mungkin belum beruntung mungkin itu," ucapnya.
Namun pemain bernomor punggung lima tersebut menilai bahwa untuk saat ini secara permainan PSM sudah berubah dan ada peningkatan dari musim lalu.
"Musim ini kami sebenarnya sudah bermain lebih bagus daripada musim kemarin, buktinya kami sering mendapat peluang saat pertandingan cuma tidak bisa cetak gol, itulah yang akan kami perbaiki," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat
-
BYD Kalah Gugatan Merek Denza di Mahkamah Agung Indonesia dan Harus Bayar Perkara
-
Viral Lagu 'Erika' dari Mahasiswa Tambang ITB Dikecam karena Liriknya Mesum
-
Samsung Galaxy A37 5G: Andalkan Nightography, AI Pintar, dan Baterai Awet
-
Menembus Batas Diri Sendiri: Membaca Unlimited You Karya Wirda Mansur
-
Soroti Angkot Ngetem Picu Macet, Pramono Anung Bakal Tambah Armada Mikrotrans dan JakLingko
-
Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal 'Cum Date' Dividen BRI
-
Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?
-
Angin Puting Beliung Terjang Agam, Dua Rumah Rusak dan Warung Tertimpa Pohon
-
Anime Fantasi Witch and Mercenary Umumkan Tayang 2027, Ini Detailnya