Keputusan Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang memilih Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Umum PKB, sebagai cawapres di Pilpres 2024 mengundang pertanyaan di kalangan masyarakat.
Banyak yang bertanya-tanya alasan di balik pilihan Anies tersebut, mengingat ada sosok lain seperti Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang sebelumnya dianggap sebagai calon cawapres potensial.
Berdasarkan sejumlah survei, elektabilitas Cak Imin terpaut jauh di bawah AHY. Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Cak Imin sebesar 0,4% sementara AHY mencapai 5,1%.
Hasil serupa ditunjukkan survei Indikator Politik Indonesia, di mana elektabilitas Cak Imin sebesar 0,8%, sedangkan AHY mencapai 11,4%.
Namun, beberapa pengamat politik berpendapat bahwa keputusan Anies bukan didasari oleh elektabilitas. Ari Junaedi, Direktur Nusakom Pratama Institute, berpendapat bahwa PKB memiliki potensi kontribusi suara besar bagi Anies, khususnya dari basis massa di Jawa Timur dan organisasi Nadhlatul Ulama (NU).
Selain itu, ada spekulasi mengenai peran NasDem yang mungkin melihat peluang berkurangnya Cak Imin sebagai cawapres Prabowo Subianto setelah Golkar dan PAN bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju.
Ketua Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, memberikan pandangan berbeda dengan mengklaim campur tangan NasDem di balik keputusan Anies memilih Cak Imin.
Ia menuduh NasDem membuat keputusan tanpa melibatkan Partai Demokrat dan PKS. Dasar klaim tersebut berasal dari pertemuan antara Surya Paloh dan Cak Imin di Nasdem Tower.
“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” kata Riefky dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/8/2023).
Baca Juga: Cinta Ayah Tiada Tara, Ini Dia 4 Film tentang Perjuangan Ayah Demi Anaknya!
Berita Terkait
-
Dikhianati Anies, AHY Move On: Kami Dilukai Mereka yang Tidak Jujur
-
NasDem Sebut Surat Anies Pilih AHY Jadi Cawapres Ambigu
-
Perkataan SBY Ini Dianggap Bohong, Jadi Sebab Ahmad Sahroni Lapor Polisi
-
Bicara Etika Politik, AHY: Kita Tidak Ingin Seolah Semuanya Bisa Asal Tidak Boleh Kalah
-
Momen Prabowo Semangati PKB Usai Cak Imin Resmi Jadi Cawapres Anies Baswedan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Cup Plastik di Meja Anda: Boleh Ditinggal atau Harus Dibuang Sendiri?
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Pabrik Sepatu Yumeida di Deliserdang Ludes 80 Persen, Damkar 3 Kota Turun Tangan
-
3 Sepatu Diadora Tanpa Tali, Desain Stylish dan Nyaman untuk Aktivitas Sehari-hari
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Isyaratkan Kode Jempol, Purbaya dan Nanik Beri Sinyal Penataan Ulang Anggaran MBG
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series untuk Back to School, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Sepatu Jalan Lokal Paling Empuk Harga Rp200 Ribuan, Ada yang Mirip Skechers
-
Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda: Sosok Pria Bermasker Jadi Sorotan