Kesuksesan Timnas sepak bola Indonesia tak lepas dari program naturalisasi pemain, khususnya di tanah Eropa. PSSI gencar mecari sejumlah pemain sepak bola yang memiliki darah WNI di luar negeri.
Sejumlah pemain pun berhasil dinaturalisasikan dan kini masuk skuad Garuda dari berbagai kelompok umur. Meski saat ini terbilang berhasil, terlebih setelah Timnas Indonesia ditukangi pelatih Shin Tae-yong, nyatanya masih ada saja pihak yang 'nyinyir' akan program naturalisasi itu.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta polemik soal pemain naturalisasi di Timnas Indonesia segera diakhiri. Ia meminta agar masyarakat lebih terbuka.
Di mana tujuan utamanya adalah program naturalisasi dilakukan demi memperkuat Timnas Indonesia. Selain itu, pemain-pemain tersebut juga memiliki hak untuk membela Skuad Garuda.
"Sama-sama orang Indonesia. Saya rasa kalau sebagai bangsa, kita harus terbuka," ujar Erick Thohir baru-baru ini.
"Buat saya, siapa pun yang mau membela Merah Putih dan pemain ini bukan untuk kepentingan kelompok atau pribadi, tetapi yang terbaik untuk tim nasional, ya kenapa tidak?," sambung Erick.
Kata dia, naturalisasi dan pembinaan harus berjalan bersama. Di mana siapapun sebagai bagian dari WNI, termasuk yang di luar negeri bisa memperkuat Timnas Indonesia adalah suatu kebanggaan.
"Jadi mohon harus berbesar hati ketika kita sebagai bangsa dengan segala perbedaan yang ada. Kita bisa bersatu dan menjadi kekuatan besar, termasuk di sepak bola," ujarnya.
"Kami tidak pernah berbicara program naturalisasi atau pembinaan harus dipilih salah satunya. Keduanya mesti kami lakukan. Selama pemain Indonesia dan diaspora mau membela Merah Putih, hal itu harus diapresiasi," tuturnya.
Baca Juga: 5 Drama Korea tentang Menguak Sebuah Misteri, Pecinta Thriller Wajib Nonton
Meski sudah lumayan banyak pemain naturalisasi, PSSI disebut bakal menambah pemain naturalisasi baru. Salah satunya adalah Jay Idzes.
Jay adalah pemain berposisi sebagai bek dan bermain di kompetisi kasta kedua Liga Italia, Venezia FC. Ia diproyeksikan bisa masuk skuad Garuda dan bisa bermain membela Timnas Indonesia di Piala Asia 2024.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Terciduk Makan Babi Guling dengan Sosok Ini, Netizen Sarankan Coba Masakan Indonesia yang Lainnya
-
Menilik Kekuatan Kirgistan U-24, Rival Timnas Indonesia U-24 pada Laga Pembuka Asian Games 2022
-
Jadwal Piala Dunia U-17 2023: Timnas Indonesia U-17 Full Main di Stadion GBT Selama Fase Grup
-
5 Calon Penyerang Ganas Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022
-
Dilatih Shin Tae-yong, Winger Timnas Indonesia Ini Percaya Skuad Garuda Akan Tampil ke Pentas Dunia
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang
-
Dari Jalanan ke Sawah, Kisah Petani Punk Gunungkidul yang Kini Pasok Dapur MBG
-
Minyakita Langka di Makassar? Bulog Buka Gerai Khusus di Pasar
-
Transforming Spaces with Canvas Prints: A Complete Guide
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry
-
BBRI Loyal Bagikan Dividen, Target Harga Saham Meroket
-
Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik