/
Rabu, 20 September 2023 | 13:51 WIB
Anies Baswedan (instagram/@aniesbaswedan)

Bakal calon presiden (bacapres) yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan mengaku dirinya bacapres termiskin dibandingkan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku aset miliknya yang paling besar adalah hutang.

Pernyataan itu dilontarkan Anies saat menjawab pertanyaan Najwa Shihab dalam acara "3 Bacapres Bicara Gagasan" di UGM, Yogyakarta, dikutip Suara.com dari kanal YouTube Najwa Shihab, Selasa (19/9/2023).

Awalnya, Najwa Shihab menanyakan terkait nominal uang yang sudah dikeluarkan Anies untuk sosialisasi safari politik ke sejumlah daerah.

"Sudah habis uang berapa?," tanya Najwa Shihab melempar pertanyaan ke Anies Baswedan.

Sebagai informasi, Anies merupakan bacapres yang paling pertama dideklarasikan, yaitu pada Oktober 2022 lalu.

Sejak pengusungannya sebagai bacapres, Anies kerap berkeliling untuk sosialisasi. Terlebih, penetapannya sebagai bacapres tak lama setelah ia lengser dari kursi Gubernur DKI Jakarta.

Anies tidak merinci berapa nominal yang ia keluarkan. Alih-alih menjawab pertanyaan Najwa Shihab, Anies hanya berkelakar pada audiens apakah bersedia menyumbang.

"Mudah-mudahan di sini ada yang mau nyumbang, nanti," kelakar Anies.

Baca Juga: FIFA Kasih Target Penonton Piala Dunia U-17 Minimal 18 Ribu Penonton Tiap Pertandingan, Indonesia Sanggup?

Namun, Anies mengaku bahwa ia calon dengan aset paling kecil alias termiskin dibandingkan dengan bacapres lain.

Jika dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan di situs KPK, Anies tercatat memiliki aset sebesar Rp 11,19 miliar.

Anies bahkan mengaku asetnya miliknya kebanyakan dalam bentuk utang. Kata dia, hingga saat ini, dirinya masih memiliki kredit rumah.

Tanpa menyebut berapa jumlah uangnya, Anies menyatakan dana kampanye didapat dari bantuan para relawan.

"Jadi gerakan yang kami dorong, gerakan perubahan, dilakukan ramai-ramai, lah. Begitu banyak yang membantu, mayoritas bantuannya tidak dalam bentuk rupiah," tutur Anies.

"Kami dipinjami rumah, kendaraan, staf-staf yang kita bekerja bersama sebagian adalah mereka dibayar oleh perusahaan-perusahaan yang mau membantu kita. Jadi, secara pembiayaan itu bukan pembiayaan seperti diberikan rupiah bentuknya adalah natura," sambungnya.

Load More