- Panen raya perdana padi varietas PS-08 akan dimulai di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 11 Februari 2026.
- Lahan budidaya seluas 753 hektare di Carita menunjukkan produktivitas tinggi padi PS-08 meski di kondisi ekstrem.
- Keberhasilan budidaya didukung penyediaan bibit unggul, pendampingan teknologi, hingga jaminan penyerapan hasil panen.
Suara.com - Panen raya perdana padi varietas PS-08 berskala nasional akan dimulai dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kegiatan tersebut digelar atas inisiatif Yayasan Bhakti Bela Negara bersama Brigade Pangan Bhakti Bela Negara dan kelompok tani setempat.
Panen raya akan berlangsung di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, dengan total lahan mencapai 753 hektare. Area tersebut menjadi lokasi budidaya padi unggul PS-08 yang dikembangkan secara intensif melalui pendampingan kepada petani.
Agenda panen raya dijadwalkan berlangsung pada 11 Februari 2026 dan rencananya bakal dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai simbol dimulainya panen perdana skala nasional.
Program pengembangan padi PS-08 ini merupakan bagian dari gerakan penguatan ketahanan pangan nasional. Inisiatif tersebut dijalankan Yayasan Bhakti Bela Negara.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie menjelaskan, varietas PS-08 memiliki keunggulan agronomis yang menonjol.
Setiap lubang tanam hanya membutuhkan satu bibit dari satu butir gabah, namun mampu menghasilkan hingga 54 tangkai dan malai dengan batang yang besar dan kokoh
Ketahanan tanaman PS-08 juga diuji di kawasan pesisir Pantai Carita yang kerap diterpa angin barat dan rob air laut. Dalam kondisi tersebut, tanaman tetap tumbuh optimal dan menunjukkan daya tahan terhadap cuaca ekstrem serta serangan hama.
Berdasarkan hasil riset, produktivitas padi PS-08 mencapai sedikitnya 8 ton gabah per hektare di lahan ekstrem. Sementara di lahan yang lebih subur, potensi hasil panen disebut dapat menembus hingga 12 ton per hektare.
Menurut Seno, keberhasilan budidaya ini karena adanya penyediaan bibit unggul, pupuk, pendampingan teknologi budidaya, hingga jaminan penyerapan hasil panen melalui koperasi yang difasilitasi yayasan.
Baca Juga: Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA
“Pendampingan dilakukan dari hulu hingga hilir agar petani memiliki kepastian produksi sekaligus kepastian pasar. Model ini akan kami replikasi di berbagai daerah,” ujar Seno kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Yayasan Bhakti Bela Negara sekaligus Ketua Panitia, Suparwo, menyebut sejumlah pejabat pusat telah mengonfirmasi kehadiran.
Di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman, Menteri Koperasi Ferry J. Juliantono, Ketua Umum HKTI Sudaryono, serta unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Berita Terkait
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Pemerintah Diminta Waspadai El Nino, Produksi Padi Terancam Turun
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Produksi Meroket, Mentan Amran Bidik Serapan Gabah 2026 Tembus 4 Juta Ton
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh
-
Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya
-
Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR
-
Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU
-
Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara