Bisnis / Makro
Senin, 09 Februari 2026 | 08:03 WIB
Ilustrasi panen raya, Presiden Prabowo Subianto (kanan) mengoperasikan mesin pemanen bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ketiga kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri). [ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/tom]
Baca 10 detik
  • Panen raya perdana padi varietas PS-08 akan dimulai di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 11 Februari 2026.
  • Lahan budidaya seluas 753 hektare di Carita menunjukkan produktivitas tinggi padi PS-08 meski di kondisi ekstrem.
  • Keberhasilan budidaya didukung penyediaan bibit unggul, pendampingan teknologi, hingga jaminan penyerapan hasil panen.

Suara.com - Panen raya perdana padi varietas PS-08 berskala nasional akan dimulai dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kegiatan tersebut digelar atas inisiatif Yayasan Bhakti Bela Negara bersama Brigade Pangan Bhakti Bela Negara dan kelompok tani setempat.

Panen raya akan berlangsung di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, dengan total lahan mencapai 753 hektare. Area tersebut menjadi lokasi budidaya padi unggul PS-08 yang dikembangkan secara intensif melalui pendampingan kepada petani.

Agenda panen raya dijadwalkan berlangsung pada 11 Februari 2026 dan rencananya bakal dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai simbol dimulainya panen perdana skala nasional.

Program pengembangan padi PS-08 ini merupakan bagian dari gerakan penguatan ketahanan pangan nasional. Inisiatif tersebut dijalankan Yayasan Bhakti Bela Negara.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie menjelaskan, varietas PS-08 memiliki keunggulan agronomis yang menonjol.

Setiap lubang tanam hanya membutuhkan satu bibit dari satu butir gabah, namun mampu menghasilkan hingga 54 tangkai dan malai dengan batang yang besar dan kokoh

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Suara.com/Bagaskara)

Ketahanan tanaman PS-08 juga diuji di kawasan pesisir Pantai Carita yang kerap diterpa angin barat dan rob air laut. Dalam kondisi tersebut, tanaman tetap tumbuh optimal dan menunjukkan daya tahan terhadap cuaca ekstrem serta serangan hama.

Berdasarkan hasil riset, produktivitas padi PS-08 mencapai sedikitnya 8 ton gabah per hektare di lahan ekstrem. Sementara di lahan yang lebih subur, potensi hasil panen disebut dapat menembus hingga 12 ton per hektare.

Menurut Seno, keberhasilan budidaya ini karena adanya penyediaan bibit unggul, pupuk, pendampingan teknologi budidaya, hingga jaminan penyerapan hasil panen melalui koperasi yang difasilitasi yayasan.

Baca Juga: Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA

“Pendampingan dilakukan dari hulu hingga hilir agar petani memiliki kepastian produksi sekaligus kepastian pasar. Model ini akan kami replikasi di berbagai daerah,” ujar Seno kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Yayasan Bhakti Bela Negara sekaligus Ketua Panitia, Suparwo, menyebut sejumlah pejabat pusat telah mengonfirmasi kehadiran.

Di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman, Menteri Koperasi Ferry J. Juliantono, Ketua Umum HKTI Sudaryono, serta unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Load More