Rudi S Kamri, seorang konten kreator, bakal dilaporkan oleh relawan Prabowo Subianto ke Bareskrim Polri karena diduga menyebar hoaks. Adapun kabar hoaks itu terkait Prabowo menampar dan mencekik seorang Wakil Menteri Pertanian atau Wamentan selama rapat kabinet di Istana.
Rudi S Kamri telah mengakui kesalahannya dalam menyebarkan hoaks tersebut, serta telah meminta maaf secara publik. Mari kita kenali lebih lanjut profil Rudi S Kamri.
Profil Rudi S Kamri
Sebagai seorang pembuat konten, Rudi S Kamri mendirikan kanal YouTube "Kanal Anak Bangsa TV" pada Oktober 2020. Di kanal tersebut, Rudi kerap membahas berbagai topik hangat nasional, terutama yang berkaitan dengan politik dan pejabat pemerintah.
Rudi sering mendapat sorotan karena kontennya. Bahkan ia telah beberapa kali berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak setuju dengan pendapatnya, seperti Ridwan Kamil, putri mantan Wapres Jusuf Kalla, dan Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI.
Salah satu isu kontroversial terbarunya adalah mengabarkan perilaku kasar seorang bakal capres yang menjabat sebagai menteri, kepada wakil menterinya.
Selain berprofesi sebagai pembuat konten, Rudi juga dikenal sebagai pengamat sosial. Beberapa pihak menduga dia memiliki hubungan dekat dengan Ganjar Pranowo, sehingga ia kerap dijuluki sebagai buzzer.
Rudi juga memegang peran sebagai Executive Director dan CEO di Lembaga Kajian Anak Bangsa. Ia merupakan lulusan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan saat ini tinggal di Jakarta.
Biodata Rudi S Kamri
Baca Juga: Ada Ledakan di RS Eka Hospital Serpong, Wartawan Dilarang Rekam, Ponsel Sempat Dirampas
- Nama: Rudi S Kamri
- Tempat, tanggal lahir: Jakarta
- Pekerjaan: Pengamat sosial, CEO Kanal Anak Bangsa TV
- Pendidikan: IPB University
- Partai: PDI Perjuangan
- Instagram: @rudikamri_official
- X (Twitter): @rudi_kamri
- Facebook: Rudi S Kamri
Permintaan Maaf Atas Berita Palsu
Setelah menyebarkan berita tidak benar tentang Prabowo, Rudi S Kamri meminta maaf. Awalnya, ia mengambil informasi dari Seword TV namun, berbeda dengan sumber asli, Rudi secara eksplisit menyebut nama Prabowo.
Tuduhan itu sampai membuat Presiden Jokowi turun tangan dan mengklarifikasi informasi tersebut sebagai tidak benar.
Alhasil, Rudi segera menghapus konten tersebut dan meminta maaf kepada publik.
Sementara itu, Alifurrahman dari Seword TV juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah secara spesifik menyebut nama Prabowo dalam beritanya.
Tindakan Relawan Prabowo
Kelompok pendukung Prabowo, 'Prabowo Mania 08', berencana untuk mengajukan laporan terhadap Rudi ke kepolisian.
Immanuel Ebenezer atau dikenal sebagai Noel dari Prabowo Mania 08, mengatakan telah memberikan kesempatan kepada Rudi untuk meminta maaf langsung, namun Rudi tidak muncul.
Meski Rudi telah meminta maaf dan menghapus kontennya, Noel merasa informasi palsu tersebut telah merugikan citra Prabowo.
Isu kontroversial tersebut bermula dari video yang diposting oleh Seword TV pada Minggu (17/9/2023).
Hoaksi itu sebelumnya juga telah dibantah oleh Prabowo sendiri dan juru bicaranya, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil menyatakan bahwa Prabowo tidak akan mengambil tindakan hukum terhadap isu ini dan ingin fokus pada Pemilu 2024.
Berita Terkait
-
Sebar Isu Capres Tampar Wamentri, Ini Profil dan Biodata Lengkap Alifurrahman Asyari
-
Ganjar Berpotensi Jadi Cawapres Kalau Duet dengan Prabowo, Memangnya PDIP Rela?
-
Posisi Capres Harga Mati, Gerindra Belum Kepikiran Duetkan Prabowo dengan Ganjar
-
Muncul Wacana Ganjar-Prabowo Berduet di Pilpres, Puan PDIP: Ya Mungkin Saja
-
AHY Akan Deklarasikan Prabowo Capres, Ketum Koalisi Indonesia Maju Diundang ke Rapimnas Demokrat
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana