Ulah oknum-oknum suporter sepak bola di Indonesia bak manusia bebal, selalu diingatkan, banyak kejadian memakan korban, tetap saja berulah. Ini tergambar dari peristiwa penyerangan terhadap media officer Madura United di Stadion Maguwoharjo, usai melawan tuan rumah PSS Sleman.
Laga lanjutan BRI Liga 1 antara PSS Sleman vs Madura United sendiri berakhir sama kuat 1-1.
Selepas pertandingan berakhir, staf media Madura United mendapat serangan dari oknum diduga suporter tuan rumah. Sampai-sampai sesi jumpa pers selepas laga batal dilakukan.
Tensi panas di lapangan justru merembet ke ruang jumpa pers. Yang bikin heran juga adalah, bisa-bisanya ruang pers bisa disusupi oknum, padahal area itu harusnya steril tak bisa sembarangan dimasuki orang kecuali dengan kartu pengenal resmi.
Disitat dari laman Goal, korban penyerangan oknum suporter itu adalah Ferdiansyah Alifurrahman. Ia diketahui sebagai media officer dari Madura United.
"Terjadi pengeroyokan terhadap staf media Madura United oleh oknum suporter PSS Sleman pada saat press conference di Maguwoharjo," kata Presiden Madura United, Achsanul Qosasi.
" Terjadi di runag media yang seharusnya steril, staf kami sampai kepalanya bocor. Manajemen memutuskan untuk melapor polisi," sambungnya.
Surat laporan ke polisi itu juga diunggah di akun resmi Madura United di media sosial.
"Madura United FC mengutuk keras atas kejadian ini. Kami berpendapat bahwa stadion seharusnya menjadi tempat yang ramah bagi semua orang terutama bagi kedua tim yang bertanding. Terlebih kejadian ini terjadi di ruang media conference yang seharusnya menjadi ruang terbatas peruntukkan bagi personil yang terdaftar," ujar Manajer Madura United Umar Wachdin di akun Instagram resmi klub.
Baca Juga: Ratusan Cabin Crew Asal RI Serbu Maskapai Asing Arab Saudi
Selain melapor ke polisi, Madura United juga akan melayangkan protes kepada operator liga atas peristiwa itu.
Berita Terkait
-
Kalahkan PSM Makassar, Borneo FC Tempel Ketat Madura United di Puncak Klasemen
-
Klasemen BRI Liga 1 usai Pekan ke-13: MU Kokoh di Puncak, Persija Tertahan di Papan Tengah
-
Madura United Kutuk Keras Tindakan Kekerasan di Maguwoharjo, Korban Pengeroyokan Lapor Polisi
-
Ditahan Imbang Madura United, Marian Mihail Berharap PSS Sleman Terus Lakukan Improvisasi
-
Pekan ke-13 BRI Liga 1: PSS Sleman Sukses Tahan Imbang Pemuncak Klasemen
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?