/
Jum'at, 29 September 2023 | 08:41 WIB
Salah satu pelaku bullying atau perundungan siswa SMP di Cilacap, Jawa Tengah usai ditangkap pihak kepolisian. (Twitter)

Sosok pelaku perundungan atau bullying siswa SMP di Cilacap akhirnya diungkap ke publik. Pelaku tersebut berinisial MK yang merupakan siswa SMPN 2 Cimanggu, Cilacap.

MK langsung diamankan pihak kepolisian usai melakukan perundungan terhadap adik kelasnya pada Selasa (26/9/2023).

MK ternyata sosok yang berprestasi. MK merupakan seorang jawara silat dan berprestasi dalam lomba tilawah atau baca indah ayat Kitab Suci Al Quran.

Namun, prestasinya itu tersamarkan dengan perangainya. Pasalnya, MK ternyata merupakan ketua geng sekolah.

Fakta itu diungkapkan oleh Wakapolresta Cilacap, AKBP Arif Fajar Satria yang menangani kasus MK.

Alih-alih menggunakan kemampuan silatnya untuk kebaikan, MK justru menghajar adik kelasnya sendiri.

AKBP Arif mengungkap perundungan tersebut bermula ketika MK mendengar bahwa korban perundungan telah bergabung dengan geng lain.

MK sontak naik pitam mendengar fakta tersebut dan langsung melabrak korban hingga menghajarnya.

Pihak sekolah kaget MK pelaku bullying

Baca Juga: Masih Diberi Waktu, Ini Jadwal TikTok Shop Resmi Ditutup Pemerintah

Pihak sekolah dibuat kaget lantaran mendengar bahwa MK melakukan perundungan.

Kepala sekolah MK berinisial WH kepada wartawan, Rabu (27/9/2023) mengungkap bahwa sosok pelaku bullying tersebut kerap menorehkan prestasi hingga tingkat kabupaten.

MK diungkap telah memboyong segudang trofi kejuaraan pencak silat dan mengharumkan nama sekolahnya.

Sontak, WH kaget lantaran tak menduga bahwa siswa yang selama ini aktif dan berprestasi tersebut ternyata berkelakuan bengis. 

Bukan cuma itu, WH mengungkap bahwa MK juga merupakan seorang juara tilawah dan mewakili sekolahnya dalam kejuaraan di tingkat kecamatan. 

WH turut miris saat mengetahui keberadaan geng di sekolahnya. WH lebih kaget lagi kala mengendar bahwa MK yang ia kenal sebagai anak berprestasi merupakan ketua dari geng nakal tersebut.

Load More