/
Minggu, 01 Oktober 2023 | 12:56 WIB
Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas. [Dok]

Menteri Agama atau Menag Yaqut Cholil Qoumas tiba-tiba diminta untuk menjaga ucapan yang keluar dari mulutnya. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid.

Dalam pernyataannya, Jazilul secara tegas menyemprot sosok yang akrab disapa Gus Yaqut itu agar mejaga mulutnya, mengingat jabatan Gus Yaqut adalah seorang pejabat publik.

Bukan tanpa alasan, Jazilul mengatakan hal itu buntut pernyataan Menag Yaqut di depan masyarakat. Sebelumnya, Menag meminta rakyat untuk tidak memilih calon presiden hanya karena berwajah tampan atau memiliki mulut yang manis.

Sontak, pernyataan Menag itu pun dikritik pedas oleh Jazilul. Menurutnya, justru Gus Yaqut-lah yang seharusnya menjaga omongannya karena dirinya digaji oleh negara sebagai Menag, bukan untuk mengeluarkan pendapat-pendapat kontroversial.

"Hati-hati (Gus Yaqut) menjaga mulutnya. Karena apa? Karena dia pejabat publik, dia digaji oleh pajak negara untuk membuat suasana harmoni, bukan untuk mengeluarkan statement-statement yang nggak perlu," kritik Jazilul dalam pernyataannya pada Minggu (1/10/2023).

Jazilul melanjutkan, ucapan Gus Yaqut yang kerap mengomentari calon pemimpin Indonesia itu tidak jauh berbeda dengan seorang buzzer. Artinya, lanjut Jazilul, kalimat yang dilontarkan Yaqut sudah seperti omongan pinggir jalan dan provokator.

"Ini untuk apa (Gus Yaqut) mengeluarkan (statement) begitu? Buang-buang statement menurut saya, buang-buang omongan yang nggak perlu. Ini kan omongan pinggir jalan, omongan buzzer, omongan provokator yang seperti itu," semprot Jazilul.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ia juga ikut menyebut omongan Gus Yaqut mirip buzzer. Walau begitu, hal tersebut disampaikan bakal cawapres Anies Baswedan ini dengan santai.

"Itu omongan buzzer," kata Cak Imin di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat pada hari yang sama.

Baca Juga: Ketua Tim Pemenangan Ganjar Arsjad Rasjid Ngaku Libatkan Jokowi untuk Pilpres 2024, Maksudnya?

Load More