/
Senin, 02 Oktober 2023 | 15:33 WIB
Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (Netflix)

Kasus kopi sianida yang menelan nyawa Mirna Salihin kini kembali menyita perhatian usai film dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tayang di Netflix.

Dalam film tersebut, cuplikan wawancara Jessica Wongso yang tengah diwawancara di balik jeruji besi pun viral. Jessica Wongso mengungkapkan isi hatinya saat divonis penjara. 

"Mereka hanya mencoba untuk mencari tahu kehidupanku, mengarang cerita. Oh Jessica melakukan ini karena blablabla. Oh kenapa dia tidak mengaku saja? Buktinya cukup jelas. Bukti apa? Mereka tampak menikmati dan menghasilkan uang dari itu," ungkap Jessica Wongso.

Melalui wawancara itu, Jessica mengatakan bahwa hidupnya berubah sejak divonis sebagai pelaku pembunuhan Mirna Salihin.

"Selama persidangan, itu benar-benar sulit. Ratusan orang mendatangiku dengan kamera, lampu kilat dan sebagainya. Itu sangat aneh," lanjut Jessica.

"Dan juga para hakim, semua yang kami bawa ke meja hijau, sama sekali mereka abaikan. Jika media tidak tertarik kepadaku pada saat itu, apakah akan berbeda (setelah film ini tayang)?" tambahnya.

Namun, petugas lapas mendadak minta Jessica Wongso untuk mengakhiri wawancara tersebut. Ia mengatakan bahwa kesaksian Jessica terlalu dalam.

"Maaf, Jessica saya minta maaf. Mungkin ini sudah terlalu dalam," jelasnya kemudian membuat kamera mati.

Potongan video wawancara tersebut sudah viral di media sosial, salah satunya dibagikan akun @lambe_turah. Warganet lantas penasaran mengenai alasan petugas melarang pihak Netflix mewawancarai Jessica Wongso.

Baca Juga: Satu Tahun Tragedi Kanjuruhan, Lambatnya Proses Hukum Dirut PT LIB Jadi Sorotan

"Baru kemaren kelar nonton, karena bukti-bukti si Jess bersalah ini masih kurang menurut aku. Cuma karena desakan sana-sini jadi memang harus ada yang disalahin aja atas meninggalnya almarhumah. Just my opinion. Cmiiw," komentar warganet.

"Kenapa dilarang? Padahal dia juga berhak memberi kesaksian mengingat banyaknya kejanggalan di kasusnya," tulis salah satu warganet.

"Setelah nonton dokumenter ini, gokil sih pengadilan bisa mutusin seseorang bersalah tanpa bukti. Poor Jess," timpal lainnya.

Load More