Kenapa India disebut Vrindavan seperti saat ini? Ternyata begini sejarahnya bagaimana negara India bisa disebut dengan Vrindavan oleh orang-orang Indonesia.
Buat kamu yang aktif di media sosial, pasti tak asing lagi dengan sebuah istilah Vrindavan. Istilah ini biasanya disematkan kepada video yang memperlihatkan kehidupan atau aktivitas orang-orang di India.
Misalnya ketika sebuah konten memperlihatkan street food India, maka banyak komentar yang mengatakan bahwa ada beberapa ciri khas yang ditemukan di Vrindavan dan tidak ditemukan di Indonesia.
Namun, tahukah kamu kenapa India disebut Vrindavan?
Ternyata istilah Vrindavan ini tak main-main. Kebanyakan, orang Indonesia menyebutnya dalam konotasi negatif, padahal Vrindavan merupakan istilah yang teramat agung.
Vrindavan mengacu pada kota suci di negara bagian Uttar Pradesh, India utara. Kota itu juga disebut sebagai Vrndaban, menurut penjelasan dari Encyclopaedia Britannica.
Kota Vrindavan terletak di tepi barat Sungai Yamuna, tepat di utara Mathura yang merupakan tempat suci Dewa Krishna dalam agama Hindu bagi yang menyembahnya.
Sesuai dengan kepercayaan masyarakat Hindu di India, Vrindavan merupakan tempat yang menjadi latar belakang peristiwa-peristiwa tentang Krishna terjadi.
Britannica menyebutkan bahwa Vrindavan adalah tempat Krishna lahir dan menjalani masa kanak-kanaknya, tetapi di Vrindavan Online dituliskan bahwa Krishna lahir di Mathura.
Baca Juga: WNA India Bawa Berlian Ilegal Senilai Rp 1,5 Miliar Dalam Sempak, Ditangkap Di Bandara Soetta
Karen Krisha identik dengan kepercayaan Hindu yang ada di India, maka beberapa orang kerap menyebut India sebagai Vrindavan.
Semestinya, istilah ini digunakan dalam denotasi agung bukan konotasi yang sering muncul di media sosial belakangan ini.
Kondisi Vrindavan saat ini
Sebagai salah satu kota suci di India, Vrindavan memiliki keistimewaan. Akan tetapi, arus modernisasi yang tumbuh cepat di India membuat hutan Vrindavan kian tergerus.
Padahal, dulu Vrindavan sangat asri. Hutan ini dulu lebat dengan berbagai satwa liar seperti merak dan burung-burung langka lainnya, kini digantikan bangunan serta komplek-komplek modern.
Banyak asrama, penginapan, dan rumah indekos juga dibangun, karena banyak peziarah mendatangi Vrindavan setiap tahun. Burung merak dilaporkan sudah hilang, tetapi masih ada sapi dan monyet yang terlihat di sekitar kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Robek Gawang Swedia, Kylian Mbappe Cetak Rekor Lewati Ronaldo
-
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
-
Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman