Suara.com - Atlas Beach Fest menggulirkan Program CSR sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan edukasi wisatawan di lingkup Pemkab Badung, Bali khususnya daerah Pantai Brawa.
Setiap satu minggu dua kali Atlas Beach Fest menggelar pelepasan dua ribu tukik.
Seperti yang terlihat pada sabtu sore kemarin. Manajemen Atlas Beach fest mengajak pengunjung yang hadir melepas tukik di pantai Berawa. Pengunjung baik lokal maupun Mancanegara terlihat antusias mengambil bagian.
“Kami punya program melepas tukik dua kali seminggu. Masing-masing seribu tiap kali lepas,” kata Humas Atlas Beach fest Tomy Dimas.
Dia menambahkan, selama program ini digelar sejak pertengahan Juli lalu, total 16 ribu tukik telah dilepas.
“Kita juga pernah lepas sampai belasan ribu, sehingga total sampai sekarang kurang lebih 16 ribu,” ujarnya.
Dikatakan Tomy, program ini merupakan upaya Atlas Beach Fest menjaga kelestarian penyu yang kini makin langka.
Respons dari tamu sangat antusias karena tidak sedikit wisatawan yang berburu tempat-tempat yang bisa dipakai nongkrong sekaligus bisa berpartisipasi melepas tukik.
“Tamu sangat enjoy ya, mereka bisa bersantai sampai ikut melestarikan penyu,” ujar Tomy.
Baca Juga: Pemprov NTT: Pemberlakuan Tarif Baru Masuk Pulau Komodo Mulai Berlaku 1 Januari 2023
Program ini sendiri merupakan kerjasama Atlas Beach fest dengan Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Serangan, Denpasar, Bali.
Manager TCEC Made Sukanta mengatakan, kerja sama dengan Atlas Beach fest merupakan langkah baik yang perlu ditiru. Di mana pengusaha ikut mengambil dan mengajak wisatawan dalam melestarikan penyu untuk dijaga dan dikembang biakkan ke habitat asalnya.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi seperti ini. Kami berharap pelepasan tukik bisa membantu menjaga kelestarian penyu dan pemulihan ekosistem laut,” ujar Made. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Bitch x Rich Lanjut Season 3, Incar Miyeon (G)I-DLE sebagai Pemeran Utama
-
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional
-
Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
Sesi Sambutan di Acara Resmi, Warisan Feodal yang Dianggap Normal