SUARA DENPASAR – Empat dari lima pelaku jambret spesialis wisatawan mancanegara (Wisman) yang ditangkap di Kuta ternyata bertatus residivis. Penjara tak membuat mereka kapok.
Sebelumnya, Polresta Denpasar melakukan konferensi pers di Monumen Bom Bali, Ground Zero, Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali, Senin, 8 Agustus 2022. Jambret berinisial berinisial IGE, IKR, IWJ, IKB, dan IW, itu pun dipamerkan di sana.
Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, kelima jambret di Kuta ini beraksi di tiga tempat dan korbannya berbeda.
"Mereka mengincar korban wisatawan di sekitar wilayah Legian, Kuta dan Seminyak. Modusnya sama, mereka mengincar wisatawan yang mau pulang ke hotel atau villa, mereka ikuti lalu dijambret," kata Bambang.
Dia pun membeberkan, tersangka IGE dan IKR beraksi pada 3 Agustus 2022 dengan korban warga negara Australia. Ketika itu kedua pelaku membuntuti korban yang hendak pulang ke villa tempatnya menginap.
Dalam perjalanan, pelaku menghampiri korban lalu menjambret iPhone milik korban. Korban pun menderita kerugian hingga belasan juta rupiah.
Berikutnya, tersangka IWJ dan IKB menjambret handphone milik wisman asal Australia pada 27 Juli 2022. Sasaran keduanya juga wisman. Saat itu korban sedang kembali ke villa dari seputaran Kuta. Barang yang dijambret juga iPhone Rp15 juta.
Satu pelaku lagi berinisial IWG beraksi sendiri pada 24 Juni 2022. Dia menjembret seorang wisman asal India. Saat itu korban sedang jalan kaki. Kemudian pelaku datang menghampiri dan menjambret HP milik korban dan kabur dengan sepeda motornya.
Bambang Yugo menjelaskan, dari kelima pelaku, empat di antaranya merupakan residivis pada kasus yang serupa. Mereka adalah IGE, IKR, IWJ dan IKB. Bahkan ada yang sudah beraksi hingga 12 kali.
Baca Juga: Lima Jambret Spesialis Wisman Dipamerkan di Monumen Bom Bali di Jalan Legian Kuta
Kelima pelaku pun dikenakan pasal 363 KUHP. Ancaman pidananya paling lama tujuh tahun penjara. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan