/
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 22:28 WIB
Sapi terjangkit PMK di Dusun Poh, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem, Bali tak mendapat perhatian pemerintah. (beritabali.com/IST)

SUARA DENPASAR - Puluhan sapi di Dusun Poh, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali diduga terserang penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, pemerintah masih cuek atau tutup mata padahal sudah diberi laporan.

Kepala Dusun Poh, I Nyoman Madra menjelaskan, sapi milik warganya diduga terjangkit PMK sejak 3 pekan terakhir. Kasus itu sudah dilaporkan ke perbekel setempat. Namun, tidak ada tindak lanjut sehingga sampai saat ini sudah ada sekitar 72 sapi yang memiliki tanda-tanda PMK.

"Penyebarannya cepat, sampai saat ini sudah ada sekitar 72 sapi yang diduga terpapar, bahkan info terakhir katanya ada sapi yang kukunya nyaris terkelupas," jelas I Nyoman Madra, saat dihubungi, Sabtu (13/8/2022). 

Madra menyayangkan, walau pun sudah ada pelaporan ke pohak terkait, sampai saat ini tidak ada perhatian sama sekali. Akhirnya warga mencari dokter hewan dengan biaya sendiri sekitar Rp100 ribu untuk pengobatan satu ekor ternak Sapi.

Dia menjelaskan, warga mengharapkan adanya pengobatan secara gratis dari pemerintah untuk penanganan penyakit tersebut serta meminta bantuan disinfektan untuk pencegahan penyebaran serta obat-obatan seperti betadin bagi sapi yang sudah terpapar untuk mengobati bagian hidung dan kaki sapi mereka. 

Apalagi, PMK sudah berstatus wabah, warga berharap ada bantuan lebih cepat. Termasuk adalah terkait vaksinasi sapi untuk menjegah penularan PMK.

"Saya sebenarnya sudah bingung menjawab keluhan warga tentang penyakit yang menyerang sapi mereka, semoga segera mendapat perhatian," pungkas Madra dilansir beritabali.com, jaringan suara.com. (*)

Load More