SUARA DENPASAR - Puluhan sapi di Dusun Poh, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali diduga terserang penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, pemerintah masih cuek atau tutup mata padahal sudah diberi laporan.
Kepala Dusun Poh, I Nyoman Madra menjelaskan, sapi milik warganya diduga terjangkit PMK sejak 3 pekan terakhir. Kasus itu sudah dilaporkan ke perbekel setempat. Namun, tidak ada tindak lanjut sehingga sampai saat ini sudah ada sekitar 72 sapi yang memiliki tanda-tanda PMK.
"Penyebarannya cepat, sampai saat ini sudah ada sekitar 72 sapi yang diduga terpapar, bahkan info terakhir katanya ada sapi yang kukunya nyaris terkelupas," jelas I Nyoman Madra, saat dihubungi, Sabtu (13/8/2022).
Madra menyayangkan, walau pun sudah ada pelaporan ke pohak terkait, sampai saat ini tidak ada perhatian sama sekali. Akhirnya warga mencari dokter hewan dengan biaya sendiri sekitar Rp100 ribu untuk pengobatan satu ekor ternak Sapi.
Dia menjelaskan, warga mengharapkan adanya pengobatan secara gratis dari pemerintah untuk penanganan penyakit tersebut serta meminta bantuan disinfektan untuk pencegahan penyebaran serta obat-obatan seperti betadin bagi sapi yang sudah terpapar untuk mengobati bagian hidung dan kaki sapi mereka.
Apalagi, PMK sudah berstatus wabah, warga berharap ada bantuan lebih cepat. Termasuk adalah terkait vaksinasi sapi untuk menjegah penularan PMK.
"Saya sebenarnya sudah bingung menjawab keluhan warga tentang penyakit yang menyerang sapi mereka, semoga segera mendapat perhatian," pungkas Madra dilansir beritabali.com, jaringan suara.com. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Adu Penalti Bisa Berubah Total! FIFA Ajukan Regulasi Baru untuk Piala Dunia 2026
-
Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat
-
5 Produk Lipstik Marina yang Ramah Kantong, Pembeli Akui Tak Bikin Bibir Kering
-
LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
Timnas Indonesia Disebut-sebut Segera Naturalisasi Gelandang Keturunan Jerman
-
Usai Eksekusi, Hotel Sultan Mulai Dikosongkan
-
Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?