SUARA DENPASAR - Kalah atau menang dalam sebuah pertandingan itu biasa. Demikian, bila merasa dicurangi sehingga kalah, ini tentu dilawan. Niat itu pun diusung PSIS Semarang pasca kalah melawan Persib Bandung dengan skor 2-1.
PSIS Semarang menilai laga itu penuh kontroversi lewat putusan pengadil lapangan yang dinilai tidak mengindahkan regulasi. Ini terkait kontroversi penalti yang dilakukan bomber Persib, David da Silva.
"Penalti ghoib, gol ghoib marc klok juga ghoib ampe gak keliatan masuk," komen @naufal__mf dalam instagram @liga1match. Memang, saat tayangan ulang pihak PSIS fokus pada aksi David da Silva dan Marc Klok.
Pada menit 25 atau pada tendangan penalti kedua, David da Silva terekam melakukan paradinha untuk mengecoh kiper Laskar Mahesa Jenar Wahyu Tri Nugroho.
Paradinha ini sendiri adalah gerakan berhenti sejenak untuk mengetahui arah pergerakan kiper. Gerakan ini sendiri dilarang dalam kompetisi internasional, halnya Liga Champions.
Ambil contoh saat mega bintang Lionell Messi bergabung dengan Barcelona melawan AC Milan. Messi sebagai eksekutor terlihat saat melangkah berhenti sejenak dengan kaki kiri tegantung sebelum menendang bola dengan tujuan mengecoh kiper AC Milan.
Meski tercipta gol, wasit yang memimpin pertandingan saat itu akhirnya menganulir gol tersebut karena terindikasi paradinha. Bahkan Messi diganjar kartu kuning.
Tapi, beda di Indonesia. Tendangan pinalti David da Silva ke gawang Laskar Mahesa Jenar malah disahkan pengadil lapangan.
Kontroversi makin menjadi-jadi, sebab ada pemain Persib yang lain berada di dalam kotak penalti, yakni Marc Klok.
Baca Juga: Dua Kontroversi Warnai Kemenangan Perdana Persib Bandung di Liga 1 2022/2023
Bahkan, Marc Klok langsung lari ke arah mistar berharap mendapat bola rebound. Ini tentu melanggar regulasi liga sepakbola Indonesia.
Sebab, hanya eksekutor yang diperbolehkan berada di dalam kotak penalti. "Bolanya belum di tendang tapi 1 pemain udah masuk, seharusnya sih di ulang," tulis akun @dff_brwngs. Itulah dua kontroversi laga Persib melawan PSIS. Bila, protes PSIS dimenangkan, tentu akan membuat Persib kehilangan poin. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek