/
Sabtu, 03 September 2022 | 13:00 WIB
Kuat Ma'aruf dan Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo. Analisa Komnas HAM Diperkuat Rekonstruksi Kuwat Ma'ruf, Kasus Pelecehan Menjadi Kekerasan Seksual (Suara.com)

Suara Denpasar - Kasus yang membuat nyawa Brigadir J atau Brigadir Joshua Hutabarat sampai saat ini masih menjadi perhatian publik tanah air. Sebab, kisahnya mirip di sinetron. Ada drama, kebohongan, tahta, harta, dan wanita. Komplit!

Heboh publik juga tercipta dengan kebohongan demi kebohongan yang diungkapkan tersangka di awal kasus ini. Dari kisah awal polisi tembak polisi yang akhirnya terungkap menjadi polisi dibunuh polisi. Selanjutnya, soal penghilangan barang bukti.

Tentu, keterangan dari Drama Queen, sebutan warganet buat istri Irjen Ferdy Sambo yakni Putri Candrawathi yang selalu berubah-ubah. Berujung laporannya terkait pelecehan seksual yang akhirnya dihentikan penyidik Mabes Polri karena tidak terbukti.

Dan, terbaru kini muncul lagi soal Putri Sambo menjadi korban kekerasan seksual yang digaungkan Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Jadi, perhatian publik pun tak hilang akan kasus ini.

Kepada Komnas HAM bersama Komnas Perempuan, Putri Candrawathi mengaku menerima tindakan kekerasan seksual oleh Brigadir J.

Kasus ini terjadi di Magelang bukan di Jakarta seperti laporan pelecehan seksual sebelumnya. Tepatnya di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan

"Ya, di laporan pertama juga sebenarnya tidak secara persis dia mengatakan itu (kekerasan seksual), ya. Terutama, karena dia bilang, sebetulnya yang terjadi itu di Magelang, 'Saya disuruh (oleh Ferdy Sambo) untuk mengakui kejadian itu terjadi di Duren Tiga'," kata Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Senin (29/8/2022).

Namun apa yang diungkapkan itu tak bisa dipastikan kebenarannya karena Putri Candrawathi keterangannya sering berubah-ubah.

Sedangkan Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengungkap temuan hasil investigasi dan analisa Komnas HAM terkait Kasus Pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Geng Sambo Rontok, Kompol Baiquni Wibowo Susul Kompol Chuck Putranto Dipecat dari Polisi

Anam mengungkap, diduga terjadi tindak kekerasan seksual yang dilakukan mendiang Brigadir J terhadap Putri Candrawathi di Magelang pada 7 Juli 2022.

"Kemudian terdapat dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap saudari PC di mana saudara FS pada saat yang sama tidak berada di Magelang," kata Anam dalam konferensi pers, Kamis (1/9/2022).

Hari itu adalah perayaan pernikahan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Analisa itu dikuatkan dalam rekonstruksi dimana Kuwat Ma'ruf, sopir pribadi keluarga Sambo, ikut mengantarkan Putri ke kamarnya setelah syok mendapatkan kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J.

Sehingga Kuwat sampai mengancam akan membunuh Brigadir J atas kelakuan yang begitu kurang ajar tersebut. Soal kebenarannya tentu semua berpulang kepada penyidik Timsus Mabes Polri yang khusus menangani kasus tewasnya Brigadir J. ***

Sumber: Suara.com

Load More