/
Minggu, 04 September 2022 | 13:21 WIB
Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) Profesor Suteki dalam YouTube (Suara Denpasar/Youtube)

Suara Denpasar - Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) Profesor Suteki dalam YouTube Karni Ilyas Club mengomentari sistem kepolisian di Indonesia. Dalam kondisi seperti ini akibat kasus yang membelit Irjen Ferdy Sambo.

Ada baiknya mulai dipikirkan sistem kepolisian yang baru dan dengan sendirinya Mabes Polri tak ada lagi alias dihapus.

Jelas dia, di dunia ini ada beberapa sistem kepolisian. Pertama adalah Fragmented system of policing yang dianut Amerika.

Sistem ini merupakan desentralisasi ekstrem karena langsung ditangani polisi di negara bagian. Kedua adalah Integrated system of policing contohnya adalah jepang. Sementara Indonesia menganut sistem ketiga yaitu centralized system of policing.

Kelemahan sistem yang diterapkan di Indonesia adalah cenderung berpihak pada penguasa, kedua, polda-polda itu tidak dapat dukungan dari rakyat, birokrasi yang panjang, dan kurang dapat menyesuaikan situasi dan kondisi masyarakat.

"Kelima rentan terhadap intervensi penguasa dalam hal ini adalah abuse of power dan itu nyata sekarang," kata dia seperti dikutip dari Suara.com.

"Apa yang terjadi pada Ferdy Sambo, adalah menjadi cermin ketika kita menggunakan centralized system of policing  buruknya terjadi mafia besar di dalam Mabes," imbuhnya.

Jika mengadopsi sistem Amerika. Maka dengan sendirinya Mabes Polri harus dibubarkan karena nanti untuk tingkat daerah cukup ditangani oleh Polda.

Sementara untuk kasus-kasus berintensitas tinggi seperti sabotase dan terorisme yang menangani adalah polisi federal atau komisioner.

Baca Juga: Penentuan Nasib 4 Polisi Perintang Penyidikan Termasuk Chuk Putranto dan Hendra Kurniawan, Pecat Susul Sambo?

"Ya kita bikin UU nya kita ubah. Memang reformasi itu harus kita mulai dari konstitusi kita ubah terutama pasal 30, UU kepolisian juga kita ubah. Yang nanti misal ada perkara lintas polda kita membuat sistem interkoneksi," saran dia.

"Perkaranya apakah kita mau melakukan reformasi itu atau tidak? Kalau soal bisa, bisa kita lakukan," ujarnya.

Apa yang dipaparkan Suteki ini mendapat beberapa pertanyaan oleh Karni Elyas. Dari soal sistem negara Indonesia yang berbeda dengan Amerika, sampai dengan koneksi kelembagaan dan parpol. ***

Load More