Suara Denpasar - Bukan hanya pengamat hukum yang tertarik untuk menganalisa surat permintaan maaf Irjen Ferdy Sambo.
Psikolog maupun ahli bidang ilmu lain juga ramai mengulik surat dengan tulisan tangan yang dibuat oleh mantan Kadiv Propam Mabes Polri dari sisi keilmuan mereka.
Kali ini ahli Grafologi, ilmu tentang tulisan yang terbagi dalam dua jenis. Yakni Grafologi Psikologi dan Linguistik. Adalah Tessa Sugianto menganalisa surat permintaan maaf Kaisar Sambo, sebutan warganet kepada Irjen Ferdy Sambo.
Berdasar tulisan tangan itu, otak pelaku kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J memiliki banyak thread yang positif sebenarnya.
"Jadi kita mulai dari yang positif dulu ya. Jadi dari tulisan ini kita tahu bisa menganalisis bahwa penulisnya adalah orang yang memiliki determinasi yang tinggi, juga punya kepercayaan diri yang tinggi, dan juga cerdas," katanya seperti dikutip dari jaringan Suara.com.
Penilaian soal kecerdasan Irjen Sambo itu, jelas dia, bisa dilihat dari penulisan huruf M dan N. "Huruf M atau N-nya (Ferdy Sambo) bisa dibilang tajam-tajam," ungkapnya. Jadi selain cerdas, Ferdy Sambo bisa dibilang sosok yang bisa melihat sesuatu secara umum.
Hanya saja dari analisa tulisan tangan pria yang sebelumnya disebut-sebut menjadi beking judi online itu adalah sosok yang sulit menerima masukan orang lain.
Bahkan, bisa dikatakan mudah marah, tersinggung dan tempramental. Sisi ini bisa dilihat dari penulisan huruf E yang cenderung sempit dalam surat yang ditulis tangan tersebut.
Paling menarik adalah hasil analisa tandatangan suami dari Putri Candrawathi itu. Yakni tandatangan yang terlihat mirip alat kelamin pria yang menggambarkan kecendrungan seksual fantasi. Demikian, ini bisa dikatakan berdasar analisa keilmuan membaca tulisan seseorang atau Grafologi. ***
Baca Juga: Loyalis Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo Dipecat
Tag
Berita Terkait
-
Loyalis Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo Dipecat
-
Ini Kronologi Dugaan Pemerkosaan Terhadap Putri Candrawathi yang Disampaikan Komnas Perempuan
-
Pengamat ISESS: Keputusan Tidak Tahan Putri Benarkan Asumsi Polri Tidak Adil Tangani Kasus
-
Peran Tersangka Obstruction of Justice Kasus Brigadir J Terungkap, Simak Penjelasan Polri
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Misteri Motor Merah di Kaki Gunung Piramid: Dua Pendaki Hilang Tanpa Jejak
-
Bukan Lewat Kantor Pos atau Bank, Ini Cara Baru Pemerintah Salurkan Bansos dan Subsidi
-
7 Warna Lipstik untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang, Bikin Penampilan Lebih Fresh
-
Enam Korban Keracunan MBG Semarang Masih Dirawat, Dinkes Tunggu Hasil Uji Laboratorium
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
-
Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan