/
Sabtu, 10 September 2022 | 12:57 WIB
Hacker Bjorka kembali membuat gaduh dengan menjual data yang diduga milik Presiden Republik Indonesia (Istimewa)

Suara Denpasar - Ini menjadi tamparan telak bagi pemerintah khususnya Kementerian Kominfo. Setelah menjual data registrasi SIM Card yang membuat heboh publik tanah air.

Hacker Bjorka kembali membuat gaduh dengan menjual data yang diduga milik Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi.

Penjualan data itu berlangsung di forum yang mewadahi komunitas hacker. Yakni  BreachForum,Jumat (9/9/2022). Data milik Jokowi yang dijual dalam forum itu adalah data periode pemerintahan 2019- 2021.

Data sangat rahasia dan menjadi rahasia negara karena merupakan dokumen kepresidenan.
Sontak, warganet pun heboh atas kasus tersebut.

Sebab, ini menjadi ancaman nyata perihal privasi dan keamanan data digital di tanah air. Perihal penjualan data milik Jokowi itu disampaikan oleh akun twitter @Darktracer.

Sebelumnya, Bjorka lewat situs breached.to memberikan pesan kepada pemerintahan Indonesia  “My Message to Indonesian Government” begitu bunyi pesan tersebut. Bahkan dia juga membagikan tangkapan layar sebuah berita.

Ini terkait ucapan Dirjen Aptika Kementerian Semuel Abrijani Pangerapan yang meminta untuk tidak menyerang situs milik negara karena merugikan masyarakat.

Ini menyusul data registrasi SIM Card yang bocor. Pun komentar Menteri Kominfo Johnny Plate yang menyir Bjorka bahwa tindakan yang dilakukan itu melanggar undang-undang.

Di mana hacker Bjorka diketahui mengabarkan bahwa 1,3 miliar data registrasi SIM Card yang bocor dan  dijual dengan harga USD 50 ribu atau Rp 745,6 juta.

Baca Juga: Tim Dokter RSUD Moewardi Berhasil Angkat Pseudotumor Pada Pasien Anak

Dia juga membagikan contoh data NIK dan nomor ponsel yang dibobol hacker. Tujuannya untuk mengingatkan pemerintah agar memperketat keamanan data digital.

Demikian, niatnya bertepuk sebelah tangan hingga akhirnya Bjorka meminta Kementerian Kominfo berhenti menjadi idiot. ***

Load More