/
Selasa, 13 September 2022 | 11:39 WIB
Ilustrasi penggrebekan Batalyon 120 (Facebook)

Suara Denpasar - Ormas Batalyon 120 dinilai sering bikin gaduh dan membuat warga sekitar resah. Nah, markas Batalyon 120 Makassar itu lantas digerebek polisi. Di sana puluhan pemuda diamankan berikut ratusan busur, miras, dan senjata tajam.

Anehnya, penggerebekan  di Sekretariat atau Markas Batalyon 120 di Jl Korban 40.000 jiwa, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu 11 September 2022 dini hari itu yang diapresiasi warga.

Tapi, malah berujung pencopotan Kanit Reskrim Polsek Tallo Makassar Iptu Faizal yang memimpin penggerebekan tersebut.

Demikian, Iptu Faizal mengaku legowo atas putusan pimpinannya. Di sisi lain, dia juga merasa langkahnya melakukan penggerebekan sudah benar karena mendengar suara dari masyarakat yang terganggu atas aktivitas Batalyon 120 itu.

Hanya saja dikutip dari Terkini.id jejaring Suara.com Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto menyatakan pencopotan Iptu Faizal karena telah menyelewengkan perintah pimpinan, apalagi dalam programnya menekankan restoratif justice. 

"Kanit Reskrim (Iptu Faisal) ini karena tidak profesionalnya karena tak maksimalnya dia bekerja dan menyelewengkan perintah pimpinan," kata Budi kepada wartawan, Senin 12 September 2019.

"Namun faktanya Kanit Reskrim ini tidak melakukannya, ini sudah lama dikeluhkan sama Kapolsek sehingga saya berpikiran mau mengganti yang bersangkutan, dan puncaknya kemarin kejadian," imbuhnya. Dia juga menilai berita yang beredar tidak benar. ***

Load More