Suara Denpasar - Ormas Batalyon 120 dinilai sering bikin gaduh dan membuat warga sekitar resah. Nah, markas Batalyon 120 Makassar itu lantas digerebek polisi. Di sana puluhan pemuda diamankan berikut ratusan busur, miras, dan senjata tajam.
Anehnya, penggerebekan di Sekretariat atau Markas Batalyon 120 di Jl Korban 40.000 jiwa, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu 11 September 2022 dini hari itu yang diapresiasi warga.
Tapi, malah berujung pencopotan Kanit Reskrim Polsek Tallo Makassar Iptu Faizal yang memimpin penggerebekan tersebut.
Demikian, Iptu Faizal mengaku legowo atas putusan pimpinannya. Di sisi lain, dia juga merasa langkahnya melakukan penggerebekan sudah benar karena mendengar suara dari masyarakat yang terganggu atas aktivitas Batalyon 120 itu.
Hanya saja dikutip dari Terkini.id jejaring Suara.com Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto menyatakan pencopotan Iptu Faizal karena telah menyelewengkan perintah pimpinan, apalagi dalam programnya menekankan restoratif justice.
"Kanit Reskrim (Iptu Faisal) ini karena tidak profesionalnya karena tak maksimalnya dia bekerja dan menyelewengkan perintah pimpinan," kata Budi kepada wartawan, Senin 12 September 2019.
"Namun faktanya Kanit Reskrim ini tidak melakukannya, ini sudah lama dikeluhkan sama Kapolsek sehingga saya berpikiran mau mengganti yang bersangkutan, dan puncaknya kemarin kejadian," imbuhnya. Dia juga menilai berita yang beredar tidak benar. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
-
Promo JSM Alfamart 26 April 2026, Banjir Diskon Susu Anak dan Kebutuhan Dapur
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Mewarisi Kartini yang Mana? Membaca Ulang Jalan Menuju Terang
-
Kejar 100 GW PLTS, Pemerintah Percepat Transisi Energi Nasional
-
Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu