Suara Denpasar - Derita tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang berada di Hongkong tak ada habisnya. Seperti terungkap dalam video channel YouTube Yuni TKW Hongkong@Curhatan BMI.
Ini terkait curhatan TKW Hongkong asal Pulau Jawa yang baru bekerja dan setiap hari harus melihat alat vital majikan lelakinya.
"Tiap hari ditunjukkan kelamin," adu salah satu TKW di channel YouTube Yuni TKW Hongkong@Curhatan BMI yang dikelola Yuni, salah satu staff agensi tenaga kerja asal Indonesia di Hongkong. Jelas penelepon dalam bahasa Jawa.
Dirinya baru lima bulan bekerja di Hongkong. Tujuan bekerja tentu untuk memperbaiki kondisi ekonomi di kampung halaman.
Tapi, baru hitungan bulan menginjakkan kaki di negeri orang. Tenaga Kerja Wanita ini mendapat perlakuan tak mengenakkan dari majikan prianya.
Di sisi lain, agen yang diadukan soal kelakuan bejat sang majikan yang saban hari pamer burung kakaktua tak juga menggubris laporan tersebut. "Masih butuh uang mbak, tapi agennya tidak bisa bantu karena soal imigrasi," sahut penelepon dalam bahasa Jawa.
Aksi pamer kemaluan sang majikan juga sempat divideokan wanita tersebut. Bukti kuat ini juga tak mampu membuat nasibnya berubah.
Bahkan, kelakuan majikan laki-laki sudah diadukan ke majikan perempuan. Tapi, sang istri juga tak berdaya menyaksikan libido garang sang suami.
"Bahkan saya diminta ngemut burungnya. Agen bilang yang penting tidak disentuh," aku TKW yang masih muda tersebut.
Baca Juga: Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Sesak Napas di Pesawat Saat Hendak Menuju Malaysia
Menanggapi keluhan TKW yang baru lima bulan di Hongkong tersebut. Yuni menyarankan agar bukti video dibawa ke KJRI di Hongkong.
Kasus serupa juga pernah dialami oleh TKW lainnya yang dilecehkan oleh majikannya. Dan, KJRI dipastikan akan membantu. Apalagi, agen terkesan lepas tangan akan kejadian ini.
Nantinya, pihak KJRI akan meminta ke majikan surat keterangan baik dengan bukti dan alasan pelecehan tersebut.
Dengan begitu, Tenaga Kerja Wanita itu tidak perlu lagi pulang ke Indonesia dan menungggu waktu tujuh sampai delapan bulan untuk masuk dan bekerja di Hongkong.
"Lapor KJRI malah nggak viral, kalau di YouTubeku malah jadi viral. Lapor ke KJRI," saran Yuni terkait kasus pelecehan tersebut. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Harga BBM Naik, Gaya Hidup Tetap Jalan: Tanda Pola Konsumtif Sulit Lepas?
-
Drakor The East Palace Tayang 17 Juli, Nam Joo Hyuk Jadi Pemburu Hantu
-
Misteri 2 Mayat Wanita di Banyumas: Nenek Ditemukan Dalam Sumur, Gadis 18 Tahun Bersimbah Darah
-
Piala Dunia 2026: Hasrat Besar Haiti untuk Kejutkan Brasil
-
Peritel Fashion Mulai Kenakan Biaya Retur, Bisakah Benar-Benar Kurangi Limbah?
-
Cantik di Layar, Terlilit Cicilan di Dunia Nyata: Bahaya FOMO Bagi Perempuan
-
PMII Makassar Ancam Gelar 'Reformasi Total Jilid II', Ajak BEM dan Buruh Konsolidasi Besar-besaran
-
Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
-
Update Terbaru SPMB Sulsel: Zonasi 2 Dibuka 17 Juni, Intip Syarat dan Kuota Barunya di Sini
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Jangan Buru-buru Beli Baru