Suara Denpasar - Nama krama Bali kembali mencuat ke publik sebagai salahsatu kandidat kuat calon pimpinan KPK.
Kali ini adalah nama Nyoman Wara yang kembali muncul setelah sebelumnya nama dia masuk dalam 10 besar calon pimpinan KPK.
Kini Pria kelahiran Karangasem, Bali, pada 9 Juli 1967 ini kembali menjadi pembicaraan di Komisi III DPR RI yang menyebutkan namanya sebagai calon pengganti Lili Pintauli Siregar di KPK.
Nyoman Wara adalah senior auditor di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Selama karinya banyak dihabiskan dalam dunia investigasi serta audit di BPK.
Selain Nyoman Wara, satu nama lagi yang diterima Komisi III DPR RI adalah nama Johanis Tanak.
Masuknya nama dua nama ini dibenarkan oleh anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, kemarin.
Komisi III DPR RI kata dia telah menerima dua nama calon pengganti Lili Pintauli Siregar berdasarkan Surat Presiden (Surpres) Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Jadi yang saya dengar kan namanya Pak Johanis Tanak kalau nggak salah, sama Pak Nyoman Wara kalau nggak salah ya yang dari BPK," kata anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani kepada wartawan.
Baca Juga: KPK Janji Konsisten, Panggil Anies Baswedan Terkait Formula E
Presiden hanya mengirimkan dua nama calon pimpinan KPK pengganti Lili ke DPR.
Tugas Komisi III DPR memilih satu dari dua nama tersebut.
Lili Pintauli Siregar diketahui mundur dari kursi komisioner KPK di tengah pusaran kontroversi dugaan pelanggaran etik.
Sementara itu Nyoman Wara adalah Auditor Utama Investigatif BPK RI, dia sebelumnya juga menjabat sebagai kepala BPK wilayah Banten dan staf ahli bidang pemeriksaan investigatif BPK RI.
Dalam pemilihan sebelumnya nama dia gagal masuk ke dalam lima besar pimpinan KPK.
Saat itu dia kalah bersaing dengan kandidat lainnya seperti Alexander Marwata, Firli Bauri, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron hingga Nawawi Pomolango. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
Resep Takjil Unik: Kopi Susu Rempah, Minuman Jahe Merah Menyegarkan
-
Bos Agrinas Pangan Pastikan Belum Ada Keputusan Tunda Impor Pikap dari India
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
CFD di Lapangan Merdeka Medan Ditiadakan Selama Ramadan 2026
-
5 Cushion dengan Refill yang Lebih Hemat dan Praktis Mulai Rp70 Ribuan
-
Film Taneuh Kalaknat: Suguhkan Horor Found-Footage ala YouTuber
-
Waktu Buka Puasa di Semarang Hari Ini 24 Feb 2026: Cek Jadwal Magrib dan Doa Lengkap!
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri