Suara Denpasar - Dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi. Adakalanya jaksa penyidik mengalami kesulitan terkait hasil audit keuangan yang dilakukan oleh BPK atau BPKP.
Mengingat, dua lembaga itu tidak hanya mengaudit satu kasus saja, tapi banyak kasus di beberapa kabupaten/kota di Bali.
Guna mengatasi keluarnya hasil audit keuangan yang bisa memakan waktu lama hingga berbulan-bulan.
Kini kejaksaan tinggi (Kejati) Bali sudah memiliki enam personel audit internal yang bersertifikat. Dengan begitu, hasil audit bisa keluar dengan cepat.
Jadi, dari proses penyelidikan ke penyidikan bisa dilakukan dalam waktu yang terbilang singkat.
Penggunaan audit internal sudah dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Gianyar. Dan, langkah ini akan dilakukan juga di lingkup Kejari Denpasar yang kini tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi.
“Selanjutnya kita akan gunakan auditor internal kejaksaan seperti yang di Kejari Gianyar, bisa menjadi yurisprudensi,” kata Kajari Denpasar, Rudy Hartono saat ramah tanah dengan awak media, Jumat (23/9/2022).
“Mereka pegawai baru dan memang tugasnya mengaudit keuangan dan bertugas di Kejati Bali Ada enam orang dan telah memiliki sertifikat sebagai auditor,” sebut mantan Asintel Kejati Papua Barat ini.
Sebelumnya, terkait penanganan kasus korupsi, Kajari Rudy Hartono menyarankan terduga pelaku untuk mengembalikan kerugian negara.
Baca Juga: Identitas Pelaku Video Mesum Berbaju Adat Bali Terungkap, Ternyata Warga Denpasar
Dengan begitu tidak akan ada penahanan dan kasus juga tidak berlanjut. “Ini tidak berlaku bagi sesorang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sebut dia.
Artinya, bila sudah menjadi tersangka maka proses hukum akan terus berlanjut. “Kita himbau, penegak hukum dari (sisi) keuangan negara supaya keuangan negara tidak rugi. Ya (terduga) kembalikan (uang negara) dan pendekatan dari kejaksaan agung memang seperti itu,” terang dia. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Sinopsis Gohan, Film Persahabatan Anjing dan Manusia yang Siap Bikin Nangis
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik