Suara Denpasar - Dirut RSUD Wangaya, Denpasar, Anak Agung Made Wiasa akhirnya angkat bicara terkait video viral yang diposting@Aryawedakarna yang viral di media sosial. Jelas dia, pihaknya bukan menolak pasien apalagi dalam kondisi kritis.
Tapi, memang saat itu kapasitas Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit milik Pemkot Denpasar tersebut penuh.
Jika dipaksakan menerima pasien, tentu akan membuat pelayanan tidak optimal dan juga riskan bagi pasien UGD yang juga sedang di rawat.
"Saya bicara dari awal kejadian. Sekitar 20.30 UGD penuh. Jadi pasien perlu diawasi, ditambah lagi di luar ada pasien yang tidak terlalu gawat juga perlu penanganan," paparnya kepada denpasar.suara.com, 25 September 2022. Adapun di UGD ada 13 pasien yang menjalani perawatan intensif.
Pasien itu ditangani oleh dua dokter umum, dua dokter intership, dan enam perawat. Tim medis di UGD juga mengawasi dan memberikan pelayanan kepada pasien yang menunggu di luar UGD karena kondisinya tidak terlalu gawat.
Jadi, saat itu selain ruangan UGD sudah penuh. Tim medis juga menangani banyak pasien yang ada di luar UGD. Tak beberapa saat kemudian datang pasien ibu-ibu dengan menggunakan motor yang diapit di tengah.
"Datang bertiga dengan mengendarai motor dan ibu tersebut diapit di tengah," jelas dia.
Nah, ketika itu dokter jaga langsung ke luar dan melihat kondisi ibu tersebut. Mengingat UGD yang sudah penuh, dokter jaga menyarankan pihak keluarga membawa ibu yang bersangkutan ke RS Manuaba. Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dengan RSUD Wangaya. Sekitar 10 menit perjalanan dengan motor.
Memang, saat itu ada permintaan pihak keluarga meminta ambulance. Demikian, untuk penggunaan Ambulance ada prosedurnya. Di mana, tidak bisa hanya sopir saja yang berangkat. Tapi, minimal ada tim medis yang turut serta.
Aku Dirut RSUD Wangaya, kondisi ini tentu dilematis. Sebab, tim medis di UGD sendiri sudah kewalahan menangani pasien sehingga jika tim medis dikurangi dan ikut Ambulance.
Dengan sendirinya membuat pelayanan di UGD yang sedang penuh pasien tidak optimal. Jadi, keinginan keluarga pasien itu tidak disetujui.
"Dokter sudah menyarankan ke RS Manuaba karena rumah sakit paling dekat dari Wangaya. Tahu-tahu ibu tersebut meninggal di Sanglah dan videonya viral," tandasnya. Dugaan meninggalnya ibu tersebut karena batuk menahun dan mengarah pada Tubercolosis.
Ke depan, pihak RSUD Wangaya akan menambah kapasitas bed di ruang UGD untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Bukan sebatas rencana, penambahan luas UGD kini sedang berjalan.
Diharapkan ke depan bisa menambah kapasitas 11 bed baru. "Kami serba dilematis, jika dipaksa menerima maka pelayanan tidak akan optimal," aku dia.
Berita sebelumnya, Miris! Pasien asal Buleleng, Singaraja, Bali, dikabarkan meninggal setelah ditolak pihak RSUD Wangaya, Denpasar.
Pihak rumah sakit milik pemerintah kota atau Pemkot Denpasar mengatakan bahwa Unit Gawat Darurat (UGD) penuh. Bukan hanya menolak pasien yang kondisinya kritis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
-
Sampai Muncul Larangan Bawa ke Tempat Umum, Sebenarnya Whip Pink untuk Apa?
-
Hasil Lengkap dan Update Klasemen Liga Inggris: Arsenal Kokoh, MU Terus Mengintai
-
Cuaca Ekstrem Rusak Puluhan Rumah di Probolinggo, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
Desain Mirip Range Rover, SUV Mewah XPeng GX Sertakan Fitur AI Setir Otonom
-
Kopi, Kedai Estetik, dan Romantisasi Konsumsi Urban
-
Cyrus Margono Gabung ke Persija Jakarta, Emang Bisa Geser Carlos Eduardo?
-
Taeyong NCT Tampil Totalitas di Jakarta, Curhatan Kocaknya Warnai Konser Solo Perdana
-
Monster Kepala Seribu: Saat Birokasi Asuransi Menghancurkan Kemanusiaan