- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada 7.935,260 pada Jumat (6/2/2026), mencatat penurunan mingguan 4,73 persen.
- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami jual bersih asing Rp336,5 miliar sepanjang pekan, terbesar kedua di bursa.
- Pada penutupan Jumat, investor asing membalik strategi dengan mencatatkan beli bersih Rp171,48 miliar untuk saham BUMI.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa parkir di level 7.935,260 pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026).
Angka ini mencerminkan kejatuhan yang cukup dalam, yakni sebesar 4,73 persen jika dibandingkan dengan posisi pekan sebelumnya yang masih bertengger gagah di level 8.329,60.
Di tengah badai koreksi yang melanda indeks acuan, sorotan tajam tertuju pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Emiten tambang batu bara ini menunjukkan dinamika yang menarik, di mana terjadi pertarungan sengit antara aksi jual masif sepanjang pekan dengan upaya akumulasi selektif oleh investor mancanegara pada detik-detik akhir perdagangan.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun selama periode 2 hingga 6 Februari 2026, saham BUMI menjadi salah satu instrumen yang paling banyak dilepas oleh pemodal internasional.
Dalam skala mingguan, investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp336,5 miliar di pasar reguler.
Angka tersebut menempatkan BUMI sebagai saham dengan nilai net sell asing terbesar kedua di seluruh bursa, hanya terpaut tipis di bawah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang mencatat aksi jual sebesar Rp453,7 miliar.
Tekanan jual pada BUMI melampaui emiten besar lainnya seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mencatatkan net sell sebesar Rp332,9 miliar.
Masifnya aksi lepas saham ini sejalan dengan melesunya gairah transaksi di lantai bursa. Rata-rata nilai transaksi harian bursa anjlok drastis menjadi Rp24,75 triliun, atau merosot hingga 43,45 persen dibandingkan rata-rata pekan sebelumnya yang sempat menembus Rp43,76 triliun.
Baca Juga: Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
Penurunan intensitas ini mengindikasikan sikap wait and see yang sangat kental dari para pelaku pasar global.
Asing Mulai Melirik BUMI Kembali
Meskipun secara akumulasi mingguan BUMI babak belur diterjang aksi jual, sebuah anomali muncul pada perdagangan Jumat (6/2).
Ketika IHSG masih berjuang melawan sentimen negatif, investor asing justru mulai memutar balik strateginya dengan melakukan aksi beli bersih (net buy) pada saham BUMI.
Tercatat, investor asing melakukan akumulasi beli senilai Rp171,48 miliar pada saham BUMI hanya dalam satu hari perdagangan tersebut.
Angka ini menjadikan BUMI sebagai salah satu saham yang paling banyak diborong asing di penutupan pekan, bersanding dengan emiten blue chip lainnya seperti BMRI dan TLKM.
Berita Terkait
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?
-
Panik Gempa Dini Hari, Belasan Warga Bantul Luka-luka Akibat Terbentur saat Selamatkan Diri
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi
-
Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga Berlaku 2627 Maret 2026, Strategi Urai Puncak Arus Balik Lebaran
-
IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah
-
Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz
-
Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214
-
H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
-
Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal
-
Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026
-
Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia
-
Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak