Suara Denpasar - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai langkah PDI Perjuangan yang tidak mengundang Ganjar Pranowo dalam agenda internal partai layaknya blunder.
Bukan nama Puan Maharani yang dijagokan sebagai calon presiden yang naik. Tapi, elektabilitas Ganjar Pranowo yang makin melejit.
Apalagi saat PDIP konsolidasi kemenangan di Semarang, Jawa Tengah. Ganjar Pranowo, sebagai tuan rumah juga tidak diundang.
Tapi, Puan Maharani diketahui hadir. "Ganjar dianggap kemajon, mendahului, berlebihan, terutama bagi elit PDIP yang ingin Puan maju.
Ini babak lanjut dari celeng versus banteng, Mas Ganjar tetap dianggap anak kos-kosan di partainya sendiri," paparnya seperti dikutip dari suara.com, Senin 26 September 2022. "Tentu sangat tidak rasional bagi orang yang melihat ini dari jauh," imbuh dia.
Saat ini di PDI Perjuangan dua nama yang sudah muncul sebagai calon presiden. Yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.
Bahkan, kelompok pendukung Puan sudah membentuk Dewan Kolonel untuk memenangkan putri dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Sebetulnya Ganjar diuntungkan secara tidak langsung, dengan adanya konflik partai ini. Dan memang setelah itu Ganjar dalam survei capres Charta Politika, SMRC, Indikator, berada di peringkat satu," sambung Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.
Yunarto. Bahkan, Ganjar kini bersaing dengan Prabowo untuk calon presiden berdasar data berbagai lembaga survei. Sedangkan Puan Maharani masih berada dikisaran dua persen atau jauh tertinggal.
Baca Juga: Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Begini Tanggapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Saat ini elektabilitas Ganjar saat ini adalah di kisaran 31,3 persen dan menjadikannya berada di urutan pertama. Kemudian ada Prabowo di posisi berikutnya dengan 24,4 persen, lalu Anies di urutan ketiga dengan elektabilitas 20,6 persen. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar