Suara Denpasar - Seorang kakek bernama I Nyoman Degdeg berusia 74 tahun melakukan ulah pati. Dia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pria kelahiran 1 Juli 1948 silam itu ditemukan bunuh diri di Pos Kamling Banjar Jempanang, Desa Belok Sidan, Petang, Badung, Bali pada Sabtu (24/9/2022). Jenazahnya pun tidak boleh dibawa pulang ke rumah, langsung dibawa ke setra desa adat setempat.
Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana menuturkan, jasad I Nyoman Degdeg ditemukan saksi I Wayan Sugiarta saat baru pulang dari Petang. Dia melihat ada orang yang menggantung di Pos Kamling yang berada tepat di pinggir jalan.
Melihat kejadian itu, dia pun mendekati dan memastikan bahwa itu orang gantung diri. Karena mengenal korban, saksi menghubungi pihak keluarga Nyoman Degdeg. setelah itu warga sekitar datang, juga hadir Bhabinsa.
Mereka kemudian melepas tali yang mengikat leher sang kakek. Saat dicek tim medis, dipastikan dia sudah tewas.
Mengenai penyebab kakek I Nyoman Degdeg nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sudana mengatakan, diduga karena sakit menahun.
"Dari keterangan anak korban I Wayan Dadi dan I Made Simpen bahwa korban sudah dua kali pernah dioperasi. Yang pertama karena di perut tumbuh daging, yang kedua karena prostat," jelas Sudana.
Dia juga menjelaskan, dalam setahun ini, Nyoman Degdeg juga kerap berobat ke pihak medis karena sering sesak napas. Atas peristiwa itu keluarga korban menduga korban nekat gantung diri karena tak kuat menahan sakit yang diderita.
"Keluarga sudah mengikhlaskan," jelasnya seraya mengatakan, pihak keluarga pun tidak menuntut atau mencurigai pihak siapa pun.
Setelah kejadian ini, jenazah Nyoman Degdeg diupacarai langsung di setra baik pembersihan jenazah maupun hal-hal lain.
Baca Juga: Istri Minggat usai Bertengkar, Suami Tewas Gantung Diri di Mengwi, Didahului Ancaman Bunuh Diri
"Karena menurut dresta Desa Adat setempat tidak boleh membawa jenazah korban ulah pati ke rumah," terang Sudana. (MNP)
Berita Terkait
-
Bule Kanada Tewas Tenggelamkan Diri Pakai Pemberat Batu ke Kolam Renang Vila di Seminyak Bali
-
Sempat Diceritakan Anak Belum Bayar Sekolah, Ayah di Bali Tusuk Leher Sendiri hingga Tewas
-
Amor Ing Acintya, Mahasiswi Tewas Gantung Diri usai Dilarang Ikut Sembahyang ke Pura
-
Warga Bebandem Bali Ditemukan Tewas Gantung Diri di Setra, Diduga Karena Ini
-
Warga Munduk Buleleng Tewas Gantung Diri, Diduga Karena Ini
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Analisis Taktik Portugal vs Uzbekistan: Misi Ronaldo CS di Piala Dunia 2026
-
Lembap Maksimal! 4 Moisturizer Cream Murah yang Ampuh Atasi Kulit Kering
-
Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran
-
Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem
-
4 Cleansing Oil Squalane, Angkat Makeup Kulit Kering dan Rawat Skin Barrier
-
Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan
-
Sepatu Lari Plat Karbon untuk Pace Berapa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal
-
Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita
-
Fenomena Demo Wajan: Saat Legitimasi Kebijakan Cuma Seharga Rp100 Ribu
-
Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal