/
Selasa, 13 September 2022 | 17:43 WIB
Lokasi gantung diri mahasiswi di Mataram, NTB. (IST)

Suara Denpasar – Seorang mahasiswi berinisial NP (22) tewas bunuh diri dengan cara gantung diri usai dilarang ikut sembahyang ke pura dan ditugaskan jaga rumah. Tubuh mahasiswi ini ditemukan sang kakak yang baru pulang dari sembahyang di pura.

Mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Mataram ini tewas tergantung di rumahnya, di Jalan Miru Nomor 21 Lingkungan Karang Jangu, Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, , Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/9) pukul 19.30 WITA.

Peristiwa gantung diri mahasiswa ini dibenarkan Kapolsek Sandubaya, Kompol Moh Nasrullah. Dia menjelaskan, kejadian ini bermula ketika NP meminta izin ibunya inisial NLSA (60) untuk ikut pergi sembayang ke Pura Datar bersama keluarga.

Akan tetap, sang ibu melarang NP ikut ke Pura Datar. Sang ibu memintanya menjaga rumah. Akhirnya, keluarga itu berangkat untuk sembahyang ke pura, meninggalkan NP seorang diri di rumah.

"Ibu korban menyuruh untuk menjaga rumah, selanjutnya di tinggal pergi oleh ibu dan kakaknya," jelas Nasrullah, Senin (12/9).

Setelah sembahyang, sang kakak berinisial IKA (28) lebih dulu pulang ke rumah. Sedangkan keluarga lainnya masih di pura. Saat sampai di rumah, sang kakak kaget melihat adiknya, NP, terlihat tergantung menggunakan selendang di pintu kayu kamar rumah.

Sang kakak, IKA, pun seorang diri menurunkan tubuh adiknya. Sang adik sudah lemas. Sehingga ia menelepon keluarganya. Juga meminta bantuan agar NP dibawa ke rumah sakit.

Selelah itu, NP dibawa ke RS Risa Sentra Medika, Mataram. Sayang, takdir berkehendak lain. Pihak petugas medis RS Risa Sentra Medika menyatakan NP sudah tak bernyawa.

Kompol Nasurllah menjelaskan, Polsek Sandubaya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan beberapa saksi. Namun kasus ini tak diteruskan. Pihak keluarkan sudah mengikhlaskan kepergian NP dan menganggap sebagai musibah.

Baca Juga: Kapan Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan, Suami Seali Syah? Ini Kata Pejabat Polri

“Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi," tandas Nasrullah.

Walau begitu, Nasrullah tak mengetahui persis motif mahasiswi ini mengakhiri hidupnya sendiri. Sebab, dari keterangan keluarga, NP tak pernah menceritakan jika ada masalah. (beritabali.com)

Load More