Suara Denpasar - Tidak hanya menyurati Komisi III DPR RI. Korban investasi bodong aplikasi robot trading DNA Pro Akademi di Bali juga meminta tolong kepada Menkopolhukam Mahfud MD untuk memantau perjalanan kasus mereka yang dalam waktu dekat ini akan memasuki proses peradilan dan ditangani Kejaksaan Agung.
Selain minta tolong Mahmud MD, para korban di Bali yang mengalami kerugian Rp 6,8 miliar itu juga menyurati Komisi III DPR RI yang juga ditembuskan ke Kapolri, Ketua Mahkamah Agung, hingga Presiden RI Joko Widodo dengan nomor 023/SKY.Pid/IX/2022 tersebut dikirimkan pada Senin, 26 September 2022 lalu.
"Surat tersebut dilayangkan sebagai buntut ketidakpastian pengembalian kerugian investasi warga Bali. Padahal, kasus hukum aplikasi robot trading DNA Pro Akademi telah berproses di Kejaksaan Agung dan menunggu persidangan pidana di pengadilan," papar Kuasa hukum korban Yoga Fitrana Cahyadi kepada denpasar.suaea.com, Kamis 29 September 2022.
Untuk itu, dia berharap kepada Komisi III berkoordinasi dengan pemerintah untuk skema pengembalian investasi para korban. "Ada 37 kliennya mengalami kerugian mencapai Rp. 6,8 miliar.
Rata-rata setiap orang berinvestasi secara bervariasi hingga mencapai total Rp 6,8 miliar," tandas dia. Dan, ingat dia, kliennya tidak mendapat informasi terkait pengembalian investasi mereka.
"Karena seluruh proses hukum pidana terhadap DNA PRO dilakukan oleh Mabes Polri dan Kejaksaan Agung dan para klien kami selaku korban di Bali tidak menjadi bagian korban atau saksi, menyebakan kami tidak mendapatkan suatu kepastian hukum bagaimana nantinya pengembalian uang investasi tersebut," ungkapnya.
Padahal secara hukum, kliennya adalah korban dan wajib dilindungi negara. Untuk itu tembusan surat dilayangkan ke Presiden Jokowi. Diharapkan kepala negara memberi perhatian terhadap korban investasi bodong ini. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Review Serial Every Year After: Ketika Waktu Gagal Menghapus Rasa Bersalah
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
5 Rekomendasi HP 3 Jutaan dengan Spesifikasi Gila untuk Ngegame
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
11 Weton Tulang Wangi yang Konon Tidak Boleh Keluar Rumah saat Malam 1 Suro
-
Intip Gaya Sporty Chic ala Karina dan Winter aespa Nonton Piala Dunia 2026
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Samsung Galaxy A18 Muncul di Server Uji, Bawa AMOLED dan One UI 9 Sekaligus
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita