Suara Denpasar - Kasus penusukan di Simpang Semer, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, beberapa waktu lalu sampai saat ini tidak jelas pengusutannya di kepolisian. Sang pelaku, Putu Trisna Wibawa (23), warga Kepaon, Denpasar, disebut orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun, kini Putu Trisna kembali berulah di jalanan.
Sebagaimana diketahui, Putu Trisna tiba-tiba ngamuk seperti orang kesurupan di Simpang Semer, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, pada 1 September 2022 lalu. Mengenakan pakaian adat Bali, dia berlari-lari sambil membawa senjata tajam. Kemudian menusuk pengendara motor yang melintas di sana.
Usai kejadian, Putu Trisna ditangkap. Namun, dia dibawa ke RSJ Bangli dengan alasan mengalami gangguan jiwa.
Di tengah kelanjutan perkara ini yang tidak jelas, Putu Trisna justru sudah kembali terlihat di jalanan. Dia sempat diamankan oleh Satpol PP di Karangasem.
Kejadian berlanjut. Seperti Senin (3/10/2022) dia kembali terlibat keributan. Kali ini di Jalan Bangka, Pedungan, Denpasar Selatan. Peristiwa itu juga kembali viral di media sosial.
Dari informasi yang dihimpun dia merusak patung pada pelinggih yang ada di pertigaan Jalan Pulau Bangka-Pulau Bungin, Denpasar.
"Dia mencabut kuku patung dan dilarang warga. Lalu kemungkinan keributan karena dilarang itu," kata seorang petugas.
Tak berhenti di situ, Putu Trisna juga juga berkeliaran di Kuta Badung pada Minggu (2/10/2022). Dia seperti orang kesurupan.
Hal itu tentunya meresahkan warga. Apalagi sebelumnya dia sempat menusuk pengendara motor di di Simpang Semer, Kerobokan, Kuta Utara, Badung.
Baca Juga: Nasdem Mulai Rontok usai Usung Anies Baswedan Bakal Capres 2024, Kader Bali Out
Diduga setelah pulang dari RSJ, Putu Trisna kini telah kembali diserahkan ke pihak keluarganya. Entah bagaimana ceritanya, setelah itu dia malah kembali dilepas hingga bikin keributan di jalanan.
Terkait masih berkeliarannya Putu Trisna Wibawa di jalanan, Polsek Kuta Utara, Badung akan melakukan gelar perkara. Rencana gelar perkara ini menyusul keluarnya hasil observasi terhadap Putu Trisna dari RSJ Bangli.
"Secepatnya akan kami laksanakan gelar perkara. Mungkin dalam minggu ini," kata Kanitreskrim Polsek Kuta Utara Iptu Amir, Senin (3/10/2022). (MNP)
Berita Terkait
-
Sempat Diceritakan Anak Belum Bayar Sekolah, Ayah di Bali Tusuk Leher Sendiri hingga Tewas
-
Ditegur karena Geber Gas Motor, Kristoforus Tusuk Tut Mamor sampai 6 Kali, Ternyata Residivis
-
Polisi Ungkap Identitas Pria yang Disebut Kesurupan Tusuk Pengendara di Bali, Ternyata
-
Ngeri! Kesurupan Beli Pertalite, Pria Berpakaian Adat di Bali Tusuk Pemotor
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas