Suara Denpasar - Berikut adalah kronologi kengerian di pintu 13 Stadion Kanjuruhan Malang yang dituturkan saksi Aremania. Salah satunya yang diungkapkan oleh Eko, Aremania yang melihat langsung tragedi kelam tersebut.
Saat itu, Eko sudah memiliki tiket laga Arema FC versus Persebaya Surabaya. Akan tetapi, Eko waktu itu memutuskan untuk tidak masuk ke dalam stadion. Dia memilih minum kopi di areal luar stadion, dekat pintu 13.
Setelah peluit panjang berakhirnya laga, Eko mendengar suara menggelegar berasal dari senapan gas air mata yang biasa digunakan polisi kalau antarsuporter terlibat bentrok.
Eko seakan tak percaya. Sebab, di laga itu hanya Aremania yang menonton di dalam stadion karena Bonek, pendukung Persebaya tak hadir.
Eko lantas mendengar suara jeritan orang-orang meminta pertolongan. Dia memutuskan mendekat ke pintu tribun 10 dan melihat seorang perempuan lemas dan akhirnya pingsan.
“Mas… mas, tolong mas, kami tidak bisa keluar,” teriak seseorang dari dalam gerbang.
“Ada gas air mata,” teriak yang lain.
Aremania yang berada di luar stadion bergegas menolong orang-orang yang terjebak tak bisa keluar dari pintu nomor sepuluh.
Eko kemudian mengajak teman-temannya yang lain memeriksa kondisi pintu lainnya. Eko lantas tiba di pintu 13. Di pintu ini, dia melihat pemandangan mengerikan yaitu perempuan, lelaki, bahkan anak-anak yang kesemuanya Aremania berdesak-desakan terperangkap.
Baca Juga: Leher Di-gips, Apa Lesti Kejora Masih Bisa Nyanyi?
Dia panik karena pintu keluar terkunci rapat-rapat. Dari arah lapangan, dia masih mendengar suara tembakan gas air mata yang ditujukan ke arah mereka.
Saat itu banyak yang meminta penonton lain menjauh dari pintu 13 dan kembali ke tribun. Namun masalahnya, polisi juga menembakkan gas air mata ke tribun. Mereka terjebak.
Eko melihat orang-orang yang terjebak berusaha menjebol dinding semen agar bisa keluar dari stadion di tengah kepanikan itu. Dia bersama Aremania lainnya berjuang menjebol dinding tersebut dengan alat seadanya.
Eko dan kawannya mencoba mencari aparat keamanan di sekitar agar bisa membantu membukakan pintu.
“Pak, tolong pak, banyak yang terjebak di pintu 13. Terkunci, tak bisa keluar,” kata Eko saat bertemu seorang aparat.
Bukannya menolong, aparat berseragam itu justru mencaci-maki Eko. “Jancok, teman saya juga ada yang kena!” kata Eko menirukan ucapan aparat itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa