Suara Denpasar - Karut marut tender Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung terus berlanjut.
Proyek senilai puluhan miliar untuk pemadatan lahan itu sempat diprotes kontraktor lokal dan dinyatakan batal dalam website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Demikian, itu dikabarkan kesalahan sistem.
Adapun yang terbaru adalah berubahnya spesialisasi dari sebelumnya Kualifikasi Sub Bidang SP 003 Pekerjaan Penyiapan dan Pematangan Tanah menjadi SP 004 yang meliputi Pekerjaan Tanah, Galian dan Timbunan.
Perubahan ini terjadi di saat sudah ada pemenang tender.
"Kontraktor lokal tidak bisa bersaing. Pematangan lahan memang belum bisa digarap rekanan Bali," kata Ketua Asosiasi Jasa Konstruksi Nasional (Askonas) Bali Made Suberjaya kepada wartawan denpasar.suara.com, Rabu (5/10/2022).
Perubahan sub bidang tersebut menurut dia sah-sah saja dilakukan. Malah, jika tidak dirubah akan ada persoalan dalam pembayaran nanti.
Namun, Suberjaya yang terkesan mulai lembek setelah bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa Gubernur Koster sangat mengapresasi usulan dari kontaktor lokal. Khususnya soal transparansi tender proyek ke depan.
"Pak Koster mencari jalan tengah, pak gubernur ingin transparan daripada ribut. Lebih baik dibatalkan. Ke depan dalam melakukan evaluasi panitia harus benar-benar transparan bila perlu direktur rekanan dipanggil ada izin nggak? Jangan sampai nggak ada izin. Kita tunggu saja episode selanjutnya," papar dia.
Sementara itu Made Budi Ardiana selaku Pokja Provinsi Bali maupun Kabid Cipta Karya PU Provinsi Bali Eka Jawana saat dikonfirmasi terkait pembatalan tender proyek Pusat Kesenian Bali (PKB) sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan. ***
Baca Juga: Viral! Video Rizky Billar Minta Maaf Kepada Lesti Kejora: Itu Suatu Respon Spontan!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Vonis 14 Tahun Penjara! Hakim Semprot Bos Sritex: Tak Merasa Bersalah Korupsi Rp1,3 T
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
-
Bos Sritex Divonis 12 Tahun Penjara! Terbukti 'Cuci Uang' Hasil Korupsi Rp1,3 Triliun
-
Satgas MBG Cilegon Ungkap Hasil Lab, Dua Sampel Positif Terpapar Bakteri
-
Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat
-
Ibu dan Balita Tewas Ditabrak Truk Fuso di Lampung Utara
-
12 Promo Skincare Indomaret, Diskon Besar Harga Mulai Rp6 Ribuan
-
Bocoran iPhone 18: Apple Disebut Tunda Peluncuran, Spesifikasi Bakal Dipangkas?
-
Apakah Marina SPF 30 Bisa Bikin Kulit Cerah? Segini Harganya di Indomaret dan Alfamart