/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 11:20 WIB
Politisi Partai Nasdem, Ni Luh Djelantik (Instagram)

Suara Denpasar - Ni Luh Djelantik belakangan namanya menjadi bahan pembicaraan di kalangan politisi Tanah Air.

Ini terjadi seiring langkah tegasnya yang mundur sebagai Ketua DPP Partai Nasdem Bidang UMKM. Mundurnya Ni Luh Djelantik karena tidak mau membela Anies Baswedan yang menjadi capres Nasdem pada pemilu 2024 nanti. Vokalnya wanita kelahiran Kabupaten Bangli, Bali, tersebut bukan saat ini saja terjadi.

Sikap tegas dan integritasnya sudah teruji. Bahkan, beberapa kali dia mengirimkan surat terbuka mengkritik kebijakan Gubernur Bali I Wayan Koster dari PDI Perjuangan.

Ni Luh Djelantik sendiri terlahir dari keluarga sederhana pada 15 Juni 1975 dan tinggal di rumah kontrakan di Kota Denpasar, Bali. Sehari-hari, Ni Luh Djelantik kecil membantu orang tuanya berjualan di pasar sesaat setelah pulang dari sekolah.

Tekadnya untuk mandiri begitu besar. Dia merantau ke Jakarta dan kuliah di Universitas Gunadarma pada tahun 1994. Sambil berkuliah, dia juga bekerja sebagai operator telepob di perusahan tekstil asal Swiss.

Dari sini ketertarikan Ni Luh Djelantik akan dunia fashion dan desain bermula dan dikembangkan saat bekerja di perusahaan fashion milik Amerika Serikat, Paul Ropp, sebagai Direktur Pemasaran pada tahun 2001 silam. Saat hendak ke Amerika, dia jatuh sakit dan akhirnya memutuskan membuat sepatu dengan merek Nilou.

Brand ini begitu diterima pasar luar negeri khususnya Australia dan Prancis. Sepatu hasil karyanya juga banyak digunakan artis Hollywood seperti Gisele Bundchen hingga Julia Robert.

Saat ini selain di politik, Ni Luh Djelantik juga terkenal sebagai aktivis perempuan yang membela kepentingan masyarakat Bali. ***

Baca Juga: Fahri Hamzah kepada Mamat Alkatiri yang Dipolisikan DPR RI Hillary Brigita: Nanti Lomba Maki Pejabat

Load More