/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 14:40 WIB
Kang Dedi Mulyadi dan berpelukan dengan janda Umiyati Utari di Purwakarta. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)

Suara Denpasar – Mantan Bupati Purwakarta yang kini jadi anggota DPR RI, Kang Dedi Mulyadi dikenal akrab di tengah masyarakat. Salah satunya dia begitu akrab dengan seorang janda. Bahkan, dia tak canggung berpelukan hingga memberi uang sewa rumah.

Hal itu terlihat dari unggahan Kang Dedi di kanal Youtube Dedi Mulyadi Channel, Rabu (5/10/2022). Saat itu dia berada di kios sembako langganannya untuk membayar utang Rp300 ribu.

“Ceu Ika, warung langganan,” kata Kang Dedi Mulyadi.

Nah, saat dia di dalam kios tersebut, Kang Dedi bertemu dengan seorang janda bernama Umiyati Utari. Umiyati aslinya asal Semarang, namun menikah dengan orang Purwakarta. Sehingga dia ngobrol dengan janda itu dalam Bahasa Sunda, namun berlogat Jawa.

“Urang (orang) mana? Iye mah urang Jawa (ini sih orang Jawa),” katanya dengan logat Jawa sehingga terdengar lucu sambil bercanda.

Kang Dedi mengatakan, Umiyati adalah tetangganya saat Dedi Mulyadi berhenti dari Bupati Purwakarta. Dia berkeliling jualan bumbu dapur. Ada bawang merah dan bawang putih, cabai, tomat, dan lainnya. Dari jualan berkeliling ini, dia mengaku dapat hasil Rp20 ribu.

Namun, uang itu habis untuk membiayai anaknya sekolah di STM Rp15 ribu dan beli beras Rp10 ribu.  Kekurangannya dibantu anaknya yang lain, yang bekerja sebagai buruh bangunan.

Saking akrabnya, Kang Dedi tak sungkan memegang perut Umiyati yang tampak berisi sambil tertawa-tawa dan bercanda.

Kang Dedi juga berpelukan dengan Umiyati yang baru jadi janda sembilan bulan belakangan lantaran suaminya, Dadan Suhendar, meninggal dunia.

Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Sama-sama Unggah Momen dengan Sang Putri Saat Persidangan Perceraian Bergulir

“Aduh, aing ditangkep randa (saya dipeluk janda),” kata Kang Dedi, sambil pelukan dengan janda berusia 60-an tahun ini, lantas tertawa.

“Ya Allah, Ibu, punten nangkep bapak, Ibu,” kata Umiyati.

Punten ka saha (maaf ke siapa),” tanya Kang Dedi.

Ka Ibu Bupati,” katanya.

Nyebut punten (minta maaf)? Ngges teh (udah nggak) cemburuan,” tanya balik Kang Dedi kepada Umiyati lantas tertawa ngakak.

Umiyati ikut tertawa ngakak. Ceu Ika, si pemilik warung, yang melihat Kang Dedi dan Umiyati tertawa ngakak, juga ikut tertawa.

“Jadi minta maaf ke ibu bupati, karena nangkep (peluk) saya?,” tanya Kang Dedi kemudian dibenarkan Umiyati.

“Cemburu atau nggak ibu bupatinya?” tanya Kang Dedi lagi.

“Ya nggak tahu cemburu atau nggak,” jawabnya disambut tawa lagi.

“Jangan dipanjangin, nanti jadi gosip,” kata Kang Dedi.

Diketahui, saat ini Kang Dedi digugat cerai istrinya, Anne Ratna Mustika di Pengadilan agama Purwakarta. Sidang perdana berangsung Rabu (5/10/2022) kemarin.

Umiyati mengaku memeluk Kang Dedi karena saking sayangnya dan sudah bisa bertemu lagi. Pria 51 tahun ini pun balik bercanda bahwa Umiyati haram baginya.

“Ibu mah haram bagi saya,” kata Kang Dedi disambut tawa seisi warung, “Karena ibu mah sudah kolot (tua).”

“Ya udah kolot lah, orang cucunya sudah dua,” timpal Umiyati.

Kang Dedi Memanggul Beras

Kang Dedi Mulyadi dan janda Umiyati Utari memanggul beras. (sumber: Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)

Umiyati merupakan janda lima anak. Anaknya ada yang sudah menikah, terus masih bujangan namun sudah kerja sebagai buruh bangunan, kemudian satu lagi menganggur, dan terakhir masih sekolah di STM. Satu anaknya lagi meninggal dunia karena stroke, hingga Dadan Suhendar menjual rumahnya untuk pengobatan.

Karena rumahnya dijual itu lah, keluarga Dadan Suhendar-Umiyati Utari tak memiliki rumah lagi hingga harus ngontrak atau sewa rumah. Dia sewa rumah milik Ceu Ika seharga Rp 3 juta per tahun.

Mendengar cerita Umiyati, Kang Dedi langsung merogoh dompetnya dan memberikan uang kepada Umiyati sewa rumah selama 6 bulan. Dan langsung dibayarkan kepada Ceu Ika.

Kang Dedi juga memberikan uang untuk membayar barang dagangan yang dijual keliling Umiyati, serta memberi uang lagi untuk modal usaha. Ternyata barang dagangan yang dijual Umiyati milik orang lain.

“Ini modal. Dari mulai besok jualan modal sendiri. Gak usah ngambil barang orang,” kata Kang Dedi kepada Umiyati.

Setelah itu, Kang Dedi Mulyadi membantu memanggul beras milik Umiyati. Ia melarang Kang Dedi. Namun, Kang Dedi tetap memikul sekarung beras ukuran 25 kg dari warung ke rumah kontrakan di gang sempit.

Setelah sampai rumah, Kang Dedi pun pamit pergi. Suasana berubah haru, Umiyati memeluk erat Kang Dedi Mulyadi cukup lama.

“Yang sehat. Besok mulai belanja,” jelasnya.

“Terima kasih, ya, Pak,” ucap Umiyati menahan tangis haru.

Kang Dedi pergi. Banyak tetangga Umiyati keluar rumah dan memanggil-manggil Kang Dedi dan bersalaman. Betapa mantan Bupati Purwakarta dua periode ini begitu disenangi warga. (*)

Load More