/
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 16:17 WIB
Anggota DPR Ri, Kang Dedi Mulyadi (Instagram)

Suara Denpasar - Gemeteran dan sempat menangis karena dicecar Dedi Mulyadi karena dituding menjual agar dengan gula bibit.

Kendati gemetaran dan sempat menangis, Kang Dedi tetap mati kutu saat "menggoda" tukang agar asal Bandung dalam video "Gemetaran Saat Dagangannya Mau Diperkarakan-Tukang Agar Asal Bandung Menangis" di kanal YouTube@Kang Mulyadi Channel yang dilihat denpasar.suara, Jumat 7 Oktober 2022.

Kang Dedi tidak bisa menggoyahkan keikhlasan tukang agar-agar tersebut. "Ini gula bibit pak, gula bibit.

Bahaya bagi kesehatan," kata Kang Dedi saat menguji keikhlasan kakek tukang Agar tersebut. Kang Dedi juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan membayar Rp 12.500 atas dua agar-agar yang dibeli karena mengandung zat berbahaya.

Berulangkali Kang Dedi mengingatkan pedagang agar-agar, supaya tidak menggunakan gula bibit yang bisa membuat anak-anak sakit.

Namun, kakek renta penjual agar mengaku tidak tahu proses pembuatannya karena bekerja dengan seorang bos. Dia hanya bertugas sebagai pedagang keliling.

Menanggapi Kang Dedi yang tidak mau membayar agar-agar tersebut, dia tidak mempermasalahkan.

"Saya nggak jadi beli, jadi paka rugi Rp 12 ribu," sebut Kang Dedi. "Cuma mungkin penghasilan saya cuma segini. Rejekinya cuma segini saja," jawab pedagang agar-agar tersebut yang membuat Kang Dedi mati kutu.

Tak berhenti sampai di sana, Kang Dedi juga mengajak penjual agar-agar masuk ke dalam mobil dan berkata akan membawa kasus ini ke pihak kepolisian.

Baca Juga: Heboh! Nikita Mirzani Beberkan Alasan Suruh Najwa Shihab Pakai Kata 'Oknum': Bener, Tapi...

Juga akan melakukan tes lab terhadap agar-agar yang menggunakan gula bibit.

Mendapat pernyataan itu, penjual agar-agar terlihat gemetaran. Prank Kang Dedi berakhir tak beberapa lama kemudian.

"Bapak itu orang baik dan ikhlas," ujar Kang Dedi memecah kebuntuan suasana. Penjual agar itu masih bingung dengan ucapan Kang Dedi, apalagi selanjutnya mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut memberikan sejumlah uang untuk membayar kontrakan.

"Barang Rp 12.500 bapak ikhlaskan, padahal bapak teh buruh penghasilan. Penghasilan Rp 45 ribu dan bapak masih bersyukur," terangnya.

Anggota DPR RI tersebut mengaku mendapat pelajaran berharga dari penjual agar-agar soal keikhlasan.

Mengingat banyak orang kaya yang merasa hartanya tak pernah cukup, tapi sosok penjual agar dengan penghasilan kecil tetap bisa bersyukur dan ikhlas.****

Load More