Suara Denpasar - Gemeteran dan sempat menangis karena dicecar Dedi Mulyadi karena dituding menjual agar dengan gula bibit.
Kendati gemetaran dan sempat menangis, Kang Dedi tetap mati kutu saat "menggoda" tukang agar asal Bandung dalam video "Gemetaran Saat Dagangannya Mau Diperkarakan-Tukang Agar Asal Bandung Menangis" di kanal YouTube@Kang Mulyadi Channel yang dilihat denpasar.suara, Jumat 7 Oktober 2022.
Kang Dedi tidak bisa menggoyahkan keikhlasan tukang agar-agar tersebut. "Ini gula bibit pak, gula bibit.
Bahaya bagi kesehatan," kata Kang Dedi saat menguji keikhlasan kakek tukang Agar tersebut. Kang Dedi juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan membayar Rp 12.500 atas dua agar-agar yang dibeli karena mengandung zat berbahaya.
Berulangkali Kang Dedi mengingatkan pedagang agar-agar, supaya tidak menggunakan gula bibit yang bisa membuat anak-anak sakit.
Namun, kakek renta penjual agar mengaku tidak tahu proses pembuatannya karena bekerja dengan seorang bos. Dia hanya bertugas sebagai pedagang keliling.
Menanggapi Kang Dedi yang tidak mau membayar agar-agar tersebut, dia tidak mempermasalahkan.
"Saya nggak jadi beli, jadi paka rugi Rp 12 ribu," sebut Kang Dedi. "Cuma mungkin penghasilan saya cuma segini. Rejekinya cuma segini saja," jawab pedagang agar-agar tersebut yang membuat Kang Dedi mati kutu.
Tak berhenti sampai di sana, Kang Dedi juga mengajak penjual agar-agar masuk ke dalam mobil dan berkata akan membawa kasus ini ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Heboh! Nikita Mirzani Beberkan Alasan Suruh Najwa Shihab Pakai Kata 'Oknum': Bener, Tapi...
Juga akan melakukan tes lab terhadap agar-agar yang menggunakan gula bibit.
Mendapat pernyataan itu, penjual agar-agar terlihat gemetaran. Prank Kang Dedi berakhir tak beberapa lama kemudian.
"Bapak itu orang baik dan ikhlas," ujar Kang Dedi memecah kebuntuan suasana. Penjual agar itu masih bingung dengan ucapan Kang Dedi, apalagi selanjutnya mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut memberikan sejumlah uang untuk membayar kontrakan.
"Barang Rp 12.500 bapak ikhlaskan, padahal bapak teh buruh penghasilan. Penghasilan Rp 45 ribu dan bapak masih bersyukur," terangnya.
Anggota DPR RI tersebut mengaku mendapat pelajaran berharga dari penjual agar-agar soal keikhlasan.
Mengingat banyak orang kaya yang merasa hartanya tak pernah cukup, tapi sosok penjual agar dengan penghasilan kecil tetap bisa bersyukur dan ikhlas.****
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan