/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 05:24 WIB
Erick Thohir Diminta Jadi Ketua PSSI, Dianggap Jago Lobi FIFA dan Pengalaman di Sepak Bola Internsional (dok IG ErickThohir)

Suara Denpasar- Nama Erick Thohir kini digadang-gadang menjadi Ketua PSSI yang ideal lantaran kinerjanya di dunia sepakbola.

Terbaru Erick Thohir yang bertemu FIFA dianggap sukses melobi federasi sepakbola tertinggi dunia itu agar tidak menjatuhkan sanksi.

Erick sempat bertemu dengan petinggi FIFA membicarakan soal sepakbola Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan Malang.

Tidak berselang lama setelah itu, FIFA berkirim surat ke presiden Joko Widodo (Jokowi) jika Indonesia bebas dari sanksi federasi.

Keberhasilan ini membuat warganet banyak yang menyerukan Erick jadi ketua PSSI.

Terlebih saat ini ketua PSSI Mochamad Iriawan atau yang biasa disapa Iwan Bule ini tengah dihadapkan dengan tuntutan mundur.

"ET FOR PSSI 1," kata warganet di kolom komentar @erickthohir, dilhat pada Selasa (11/10).

"Lanjutkan kinerjamu, Pak. Terimakasih Pak Jokowi & Pak Erick yang selamatkan Sepakbola Indonesia tanpa sanksi FIFA," jelas pemilik akun @aji_hardyka.

"Pantes pak sampean dadi ketua PSSI," jelas warganet lainnya

Baca Juga: Ketua PSSI Sanjung Jokowo Setinggi Langit, Buntut Tak Turunnya Sanksi FIFA

"Jadi ketum PSSI ajaa," jelas pemilik akun @explorediengtour.id di kolom komentar IG Erick.

Masih banyak lagi ungkapan senada yang menginginkan Erick Thohir jadi Ketua PSSI.

Terlebih pengalamannya pernah memiliki saham di Intermilan dan segudang pengalaman lainnya, Erick Thohir dianggap layak pimpin PSSI.

"Ada dua bagian penting yang tidak terpisahkan dalam sepak bola: pemain dan suporter. Tanpa suporter, pertandingan sepak bola bisa menjadi hambar. Seperti sayur tanpa garam. Kehadiran mereka dapat memberi semangat dan motivasi bagi kesebelasan yang bertanding," demikian unggahan Erick Thohir di akun instagram pribadinya.

"Karena itu suporter juga menjadi elemen yang menjadi perhatian utama dalam transformasi sepak bola kita," paparnya.

"Tragedi Kanjuruhan bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki sepak bola kita. Sama seperti Inggris menjadikan tragedi Heysel dan Hillsborough untuk mereformasi pengelolaan sepak bola mereka," ulasnya.

Load More